Jumat, 21 Januari 2011

Warga Tutup TPA Cipayung


DEPOK, Ratusan warga Kelurahan Cipayung dan Kelurahan Pasir Putih mengancam akan menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Ancaman tersebut dikeluarkan setelah rencana dialog antara warga dan Wali Kota Nur Mahmudi Ismail gagal dilaksanakan. Padahal, Wali Kota Nur Mahmudi Ismail melalui orang dekatnya sudah menjanjikan akan menemui warga di lokasi yang sudah dijanjikan, rumah makan gurame. “Kami sudah bersepakat, bila wali kota tidak datang maka pertemuan ini kita gagalkan. Dan, warga menutup seluruh akses masuk ke TPA Cipayung,” kata koordinator Forum Musyawarah Warga Kelurahan Cipayung dan Kelurahan Pasir Putih, H Asnawie, Jumat (21/1).

Warga menolak berdialog dengan kepala organisasi perangkat daerah—utusan wali kota-- yang hadir pada saat itu, yakni: Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP): Ulis Sumardi, Asisten Pembangunan II: Utuh Karang Tapanosa, Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman: Rendra Fristoto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes): Hardiono, Badan Lingkungan Hidup (BLH): Rahmat Subagio, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos): Haris, Kepala Dinas Olahraga, Pariwisata, Seni, dan Budaya: Asep Roswanda, Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan (DPPK): Doddy Setiadi, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub): Dindin Zainudin,dan Camat Cipayung: Eko Herwiyanto. “Kami bukan tidak mau berdialog dengan perwakilan pemerintah. Tapi kita sudah berkomitman hanya ingin berdialog dengan wali kota,” kata Asnawie.

Asnawie mengatakan, warga mencatat kondisi TPA saat ini sudah sangat memprihatinkan. Warga mencatat ada 12 permasalahan yang harus segera diatasi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok: kondisi sampah sudah sangat menggunung mencapai puluhan meter, area yang semakin sedikit, bau tidak masuk hingga keperumahan warga, lalat besar, rembesan air lindi sudah masuk ke sumur warga dan ke Kali Pesangrahan, air bersih tercemar, pengelolaan TPA tidak jelas, pencemaran udara tidak terkendali. “Sudah kita biarkan kondisi seperti ini bertahun-tahun. Tapi wali kota tidak pernah memperhatikan warga sekitar. Saatnya lah kita melakukan pemberontakan,” kata dia.

Asnawie menilai Wali Kota Nur Mahmudi tidak memiliki kepedulian terhadap warga Kecamatan Cipayung—kususnya warga sekitar TPA--. Padahal, kata dia, warga menanggung penderitaan ini bertahun-tahun. Banyak masyarakat menderita penyakit TBC, Paru-paru, ISPA, Batuk-batuk, gatal-gatal, dan muntaber. “Dari hari ke hari warga dihinggapi kekhawatiran soal air bersih. Belum lagi setiap hari harus menghirup bau tak sedap, dan medengarkan bising kendaraan keluar masuk TPA,” katanya kesal.

Di tempat sama, Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Babai Suhemi yang merupakan tokoh pemuda Kecamatan Cipayung menyayangkan ketidak pedulian wali kota terhadap warga Cipayung. Ia melihat ketidak hadiran wali kota dalam dialog dengan warga menunjukan bahwa wali kota tidak memiliki kepedulian terhadap warga. “Wali kota tidak memiliki kepedulian sama sekali,” katanya.

Babai mengatakan, ketidak pedulian wali kota terhadap warga di Kelurahan Cipayung dan Kelurahan Pasir Putih sesungguhnya terekam dalam berbagai macam kebijakan. Sebagai contoh, kata dia, kondisi jalan lingkungan sama sekali tidak ditata dan dibiarkan rusak parah. Pelayanan kesehatan sangat kurang, perhatian terhadap lingkungan TPA sama sekali tidak ada, perhatian terhadap sarana ibadah sangat kurang, drainase tidak tertata dan terbengkalai, perhatian terhadap dunia pendidikan sangat kurang, gaji sopir dan kernet sampah kurang manusiawi, tidak ada pemeriksaan terhadap sopir dan kernet, petugas sampah yang kurang, dan tidak ada kopensasi terhadap warga. “Sebenarnya hal ini lah yang mau dibicarakan warga ke wali kotanya. Tapi wali kota malah memilih datang ke acara yang tidak penting,” kata dia.

3 komentar:

mr.Idxx mengatakan...

slama sy tnggal ddpk(kp bulak barat)sngat mrsahkan tlong pak Walikota di tnindak lanjuti.....
sy denger knotrak pembuangan smpah
brakhir 2011,kok skang msih aktif
dampaknya bukbn hnya bau,menggangu ksehatn,tpi brdampak pda daya jual tanah yg trun dratis(MURAH)

tloooooong kami pak

mr.Idxx mengatakan...

tlooooong kami pak.....

mr.Idxx mengatakan...

bukan hnya bau,menggangu kshataan...mlah mnurunkan daya jual tanah yg dratis menurun(MURAH)