Jumat, 17 September 2010

RSUD Diduga Tak Serius Pasien Gizi Buruk

DEPOK, Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok diduga tidak serius menangani kasus pasien gizi buruk yang diderita bocah bernama Farhan Adisaputra (1,2 bulan), warga Jalan Studio Alam TVRI, RT01/RW09, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sukmajaya, sehingga menyebabkan sang bocah meninggal dunia. Menurut cerita Warsiati (40), ibunda Farhan, sebelum meninggal, Farhan sempat mendapat penanganan selama tiga hari di RSUD Depok. Dengan alasan peralatan tidak lengkap, RSUD kemudian merujuknya ke RS Cipto Mangunkusumo untuk mendapatkan perawatan intensif. "Sebelum dirujuk, tiba-tiba pihak RSUD bilang kamar di RSCM penuh. Akhirnya anak saya disuruh dirawat ke rumah," katanya, Jumat (17/9).
Warsiati mengatakan, Farhan juga pernah ditawari untuk di bawa ke Puskesmas Sukmajaya. Sebab, puskesmas tersebut terdapat program khusus untuk pemyembuhkan balita penderita gizi buruk. Tapi, kembali dengan alasan belum dapat persetujuan dokter RSCM akhirnya pihak Puskesmas Sukmajaya tak mengizinkan Farhan dirawat. "Saya tidak tahu kenapa mereka terus menolak merawat anak saya. Saya tidak menyalahkan mereka soal kematian anak saya," katanya lirih.
Saat meninggal, terang Warsiati, berat Farhan hanya mencapai tujuh kilogram. Padahal, kata dia, idealnya bobot balita seusainya mencapai 14 hingga 15 Kg. "Setelah sampai rumah, anak saya mengalami buang air besar terus menerus. Sejak sakit beberapa tahun lalu, bobot badannya terus menurun," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinkes Depok Novarita, menolak anggapan Farhan meninggal karena gizi buruk. Pasalnya Dinkes melalui Puskesmas telah melakukan beragam upaya untuk menolong Farhan. "Kemungkinan tersebsar farhan meninggal bukan karena gizi buruk tapi karena karena penyakit penyertanya," kata dia melalui sambungan telepon.
Ia menambahkan, " Kalau tidak salah anak itu memiliki penyakit leukemia atau ginjal. "
Novrita mengatakan, gizi buruk merupakan keadaan kurang gizi yang disebabkan kurangnya asupan
energi dan protein juga mikronutrien dalam jangka waktu lama. Anak disebut menderita gizi
buruk apabila berat badan dibanding umur tidak sesuai dimana selama 3 bulan berturut-turut tidak naik. Penyebab terjadinya gizi buruk bisa langsung ataupun tidak langsung. Penyebab langsungnya antara lain kurangnya sumber energi dalam makanan serta beberapa penyakit bawaan yang diderita sang anak. Selain ada pula penyebab tak langsung yakni daya beli dan tingkat ekonomi warga yang rendah serta lingkungan rumah yang kurang baik.
Adatiga tipe gizi buruk. Maramus merupakan tipe dimana anak sangat kurus, wajah seperti orang tua, cengeng dan rewel, rambut tipis, jarang, kusam, berubah warna, kulit keriput karena lemak di bawah kulit berkurang, perut cekung dan wajah bulat sembab.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, sekitar 203 Balita di Depok, terindikasi menderita gizi buruk. Mereka tersebar di enam kecamatan yakni Pancoran Mas, Beji, Sukmajaya, Cimanggis, Sawangan dan Limo. Dari enam kecamatan tersebut, angka penderita gizi buruk terbesar terdapat di
Kecamatan Cimanggis yakni 77 penderita, disusul dengan Sawangan sebesar 47 penderita dan Pancoran Mas dengan 50 penderita.

0 komentar: