DEPOK, Politeknik Negeri Jakarta (UNJ) kembali menggelar Kompetisi Gedung dan Bangunan Indonesia (KGBI) tingkat mahasiswa. Kontes ini diharapkan dapat menemukan bibit-bibit muda berbakat. Apalagi kontes KGBI diikuti 18 perguruan tinggi se-Indonesia. Dengan mengusung tema Rumah Kayu Bertingkat yang Inovatif dan Berdasarkan Kearifan Lokal. Memperebutkan piala Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) dan uang tunai Rp10 juta. “Kita menyadari kontruksi perumahan di Indonesia mulai banyak perubahan. Kebanyakan diantaranya meninggalkan konsep lingkungan dan kearifan lokal,” kata ketua panitia, Sidiq Wacono, Minggu (7/11).
Berkaca pada pengalaman gempa yang karap terjadi di Indonesia. Sidiq melihat perlu adanya pembaruan dalam membuat kontruksi hunian. Dengan mempertimbangkan kondisi alam dan ramah lingkungan. Sehingga setiap hunian yang berdiri memiliki banyak manfaat.
Dia mengatakan, hasil karya peserta KGBI berpeluang menjadi terobosan inovatif rumah masa depan. Menciptakan maha karya arsitektur yang bermutu tinggi. Tanpa mengurangi sidikitpun tujuan, visi, dan misi dari berdirinya banggunan itu. “Panitia berharap karya peserta lomba melahirkan temuan yang dapat bersinergi dengan alam. Bukan sekadar rumah anti gempa yang sekarang sedang popular,” kata Sidiq.
Selain menggelar kompetisi rumah kayu, kata Sidiq, PNJ juga menggelar Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) yang ke-VI. Dengan mengusung tema Jembatan Kreatif dan Ramah Lingkungan. Menurut pria berkaca mata itu, kontes seperti ini dapat merangsang kreatifitas mahasiswa. Sekaligus mengasah dan menguji teori yang diperoleh dibangku kuliah. Agar dapat lebih diaplikasikan dan melakukan modernisasi terhadap teori. “Tantangan yang di hadapi bangsa ini kedepannya diyakini semakin berat. Perlu ada terobosan barudan temuan. Itu dapat diperoleh melalui uji kemampuan,” kata Sidiq.
Kontes jembata ini, papar Sidiq, terdapat tiga kategori
bahan yang dipertandingkan. Yakni kategori baja, kayu, dan jembatan bentang panjang dengan bentuk struktur jembatan rangka.
Semua kategori itu, tegas dia, harus dibuat dari materi ramah lingkungan. Tetapi secara teknis mampu menahan beban arus lalu lintas dan faktor pengaruh alam lainnya. ”Tim juri merupakan pakar dalam bidangnyamasing-masing. Parameter nilainya pun cukup ketat. Makanya lomba ini diyakini sangat prestisius,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Mendiknas, Danitra Candra mengatakan, ajang uji kemampuan teknis dan teori seperti ini sangat menarik. Wajar saja bila program sejenis ini menjadi perhatian Kementrian Pendidikan Nasional. Bahkan, Mendiknas mengusulkan agar kompetisi tersbut dapat ditingkatkan. “Mendiknas berharap KJI dan KGBI ini dapat masuk dalam kontes internasional. Dengan melibatkan peserta dari perguruan tinggi luar negeri,” kata pejabat Kepala Sub Direktorat Mahasiswa Kreatif di Kementrian Pendidikan Nasional itu.
Adapun perguruan tinggi yang ikut dalam kontes ini, antara lain; Politeknik Negeri Malang, Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Yogyakarta, Universitas Pelita harapan, Universitas Kriten maranata Bandung, Institut teknologi Sepuluh Nopember dan Politeknik Negeri Sriwijaya. Sampai berita ini diturunkan belum ada kabar dari panitia siapa yang menjadi juara.
Minggu, 07 November 2010
PNJ Kembali Gelar Kompetisi KGBI
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar