
DEPOK, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla (MJK) meminta Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) memiliki karakter dan identitas kuat. HMI juga dihimbau tidak terjebak dalam budaya mengemis dalam mengembangkan organisasi. “HMI haruas memiliki karakter dan identitas kuat,” kata MKJ, dalam kuliah umum bertemakan ‘Indonesia Sebagai New Emerging Force (NEFO) Ekonomi Abad 21’ pada Kongres HMI ke 27 di Graha Insan Cita, Cimanggis, Kota Depok, Senin (8/11) pagi.
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) itu mengatakan, organisasi massa dan organisasi mahasiswa di Indonesia kerap terjebak dalam budaya mengemis dan meminta-minta. Sebagai sebuah organisasi mahasiswa, HMI harus dapat menunjukan cara yang lebih intelek. “HMI harus dapat menunjukan cara yang lebih intelek,” kata MJK.
MJK mengatakan, seharusnya mahasiswa memiliki ide-ide yang kreatif dan inovatif dalam mencari keuangan. Misalnya untuk membantu korban bencana alam, lanjutnya, mahasiswa jangan meminta sumbangan dengan kotak kardus dan meminta-minta di jalanan.
Tindakan tersebut, menurutnya, bukan merupakan gambaran dari mahasiswa yang intelektual. Organisasi mahasiswa harus melakukan cara-cara entrepreneurship untuk mendapatkan dana seperti menjual kreatifitas dalam bentuk topi dan kaos atau pernak-pernik lainnya. Semangat entrepreneurship inilah yang perlu ditanam dalam organisasi massa termasuk organisasi mahasiswa seperti HMI. “Mental mengemis dan meminta-minta juga jangan dilakukan. Kemandirian dan semangat entrepreneurship harus terus dikembangkan,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada kader-kader HMI agar tetap menjaga sikap akademisi yang tinggi. Selain itu, kekritisan yang ditunjukkan HMI harus tetap memiliki martabat, sehingga berbeda dengan organisasi lain.
Senin, 08 November 2010
HMI Jangan Jadi Pengemis
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar