Senin, 15 November 2010

Muhamadiyah Depok Lebaran Duluan


DEPOK, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Muhammadiyah Kota Depok, Farkhan AR mengintruksikan seluruh ranting dan anak ranting Muhammadiyah untuk menjalankan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Terkait penyelenggaraan sholat Idhul Adha yang jatuh pada Selasa (16/11) pagi. “Kami telah meneruskan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Agar melaksanakan sholat Idul Adha hari ini. Semuanya sudah dikondisikan dan dipublikasikan,” katanya, Senin (15/11)

DPD Muhammadiyah Depok telah menyiapkan 28 lokasi penyelenggaraan sholat Idhul Adha. Yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok. Farkhan berencana menyampaikan khotbah di Kelurahan Pancoran Mas, Jalan Perikanan. “Kita sudah siap menjalankan sholat. Bahkan kita telah mengiklankan seluruh lokasi, nama imam, dan khotibnya,” kata dia.
Dia menambahkan, sholat akan dilangsungkan di tempat terbuka atau tanah lapang. Hal itu sengaja dilakukan karena merupakan ajaran rasulullah. “Jika cuaca tidak mendukung sholat akan dilakukan di masjid,” kata Farkhan.

Farkhan menambahkan, di organisasi yang dipimpinnya itu terdapat 33 ranting, memiliki TK Aisyah sebanyak 21, MI sampai Madrasah Aliyah sebanyak 28, dan satu panti asuhan. “Kita berharap kendati ada perbedaan. Kita juga dapat junjung nilai tenggang rasa dan ukhuwah Islamiyah. Dengan momentum hari raya ini, kita tingkatkan semangat berqurban,” kata dia.

Di tempat terpisah, Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok KH Syihabudin Ahmad mengaku akan mengikuti ketetapan pemerintah. Menurutnya, pihaknya mengikuti metode Rukyat dan hari raya Idul Adha jatuh pada hari Rabu, 17 Nopember 2010. Meski begitu, kata dia, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjunjung tinggi nilai toleransi beragama.

Menurutnya, dengan adanya perbedaan ini masyarakat dapat memahami dan menambah pengetahuan agamanya. “Kita menyelenggarakan sholat Id bersamaan dengan pemerintah. Dengan adanya perbedaan ini, saya yakin masyarakat menjadi lebih toleran. Tentu, agar masing-masing pihak memberikan penjelasan kepada masyarakat,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok H. Nur Muhammad mengakui perbedaan tersebut memiliki rujukan hukum masing-masing. Hanya saja, Pemerintah Pusat menggunakan metode Rukyat dalam penentuan hari raya dan mendapatkan kesepakatan dari beberapa ormas. Secara tegas, ia mengharapkan dengan perbedaan yang terjadi tidak menjadi masalah.

Nur menghimbau, agar dapat bersama-sama memperingati hari raya berdasarakan ketetapan pemerintah. “Kita lebarannya besok. Kita berharap agar masyarakat muslim bisa bersama-sama menjalankannya. Bagi yang lebih dulu, ya tidak apa-apa. Tidak jadi masalah,” katanya.

0 komentar: