
DEPOK, Krisis nasional yang terjadi di Indonesia sesungguhnya tidak terlepas dari kegagalan system pendidikan. Salah satunya ialah kealpaan menempatkan guru di tempat semestinya. “Dalam rangka memperingati guru, yang jatuh 25 November ini, sudah selayaknya lah kita menyadari pengabdian seorang guru. Tidak ada kecerdasan tanpa bantuan guru,” kata Ketua Karang Taruna Nasional, Taufan E N Rotorasika, saat berkunjung ke Sekolah “Semut-Semut”, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Senin (22/11).
Taufan menghimbau agar semua anggota Karang Taruna di seluruh Indonesia untuk bersinergi bersama guru. Dengan memperhatikan kemampuan dan karakteristik daerah masing-masing. Termasuk Karang Taruna di Kota Depok. “Hal itu dilakukan sebagai wujud dari rasa trimakasih kepada para guru,” katanya.
Dia mengatakan, peringatan Hari Guru harus diisi dengan kegiatan yang dapat memajukan kualitas pendidikan dan penghormatan kepada guru. “Sekarang saatnya semua anggota Karang Taruna menunjukan rasa cinta dan hormatnya kepada guru dengan melakukan aksi nyata,” kata Taufan.
Taufan lebih jauh menuturkan, pemerintah sudah mengeluarkan pelbagai kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan guru. Namun, kata dia, dalam praktiknya semangat para pembuat aturan tidak serta merta mudah dilaksanakan. Jika dicermati, peraturan yang dibuat lebih banyak menuntut banyak sekali persyaratan yang tidak mudah diikuti guru. “Betapa mulyanya tugas seorang guru,” katanya.
Karang Taruna, kata Taufan, memiliki keinginan membangun budaya agar setiap 25 November, seluruh anggota Karang Taruna di seluruh Indonesia bertemu dengan sosok guru yang ada di sekitar dan memberikan ucapan Selamat Hari Guru. “Budaya mengucapkan selamat kepada para guru di mulai hari ini. Dengan begitu kebangkitan Indonesia akan semakin nyata,” kata dia.
Menurutnya, pemilihan sekolah “Semut-Semut” sebagai wujud dari kepedulian Karang Taruna terhadap para guru. “Di sekolah ini mengajarkan banyak sekali pelajaran berguna bagi anak didiknya. Kita patut belajar dari mereka,” kata Taufan.
Sementara itu, Pimpinan Sekolah “Semut-Semut”, Arfi Moendaris mengatakan, ia berterimakasih sekolahnya telah terpilih menjadi lokasi percontohan kepedulian Karang Taruna terhadap guru. “Kami berterimakasih Karang Taruna telah peduli terhadap pengabdian para guru dengan memberikan pohon sebagai simbol harapan,” katanya.
Senin, 22 November 2010
Karang Taruna Apresiasi Peran Guru
Minggu, 21 November 2010
Perebutan Kursi Ketua KNPI Depok Memanas

DEPOK, Menjelang detik-detik pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Depok, pada (22-23/11), kondisinya mulai memanas. Lima kandidat yang sudah mengploklamirkan diri memperebutkan kursi orang nomor satu di organisasi kepemudaan itu mulai melakukan intrik dan perang urat saraf. “Saya berharap musda KNPI dapat berjalan kondusif. Saya meminta setiap calon untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar AD/ART,” kata Panitia Musda KNPI Kota Depok, H Hasan Basri, Minggu (21/11).
Dia mengatakan, beberapa nama calon yang sudah mengambil formulir pendaftaran sebagai ketua DPD KNPI Depok. H Syafe’I Asnaf (pemuda Pancasila), Deni Romulo (PPM), Rahman Tiro (Pemuda Tani), Badruzaman (Barisan Muda PAN), dan Tajmaludin Eldad (Pemuda Muhammadiyah).Pihaknya, kata dia, memberikan batasan sampai jam 12.00 WIB kepada semua kandidat menyerahkan formulir pendaftaran. “Kita masih buka pendaftaran dan penyerahan formulir sampai jam 12 malam,” katanya.
Hasan mengharapkan, agar dalam proses pemilihan ketua tersebut berjalan secara demokratis dan ketua terpilih dapat menjalankan roda organisasi dengan baik. Dirinya juga mengaku, masih menunggu lamaran dari ormas untuk maju sebagai calon ketua DPD KNPI Depok. “Saya masih lihat dulu, apakah maju atau tidak,” katanya.
Rencananya, kata Hasan, Musda KNPI akan digelar di Wisma Kinasih, Cilangkap, Kecamatan Tapos. “Persiapan sudah kita siapkan dengan sebaik-baiknya. Insya Allah berjalan sesuai dengan rencana,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD KNPI Depok, H. Syafe’I Asnaf mengatakan musda tetap dijalankan sesuai dengan rencana. Sekalipun banyak kendala yang masih di hadapi. Terlebih lagi, imbuhnya, laporan pertanggungjawaban tidak dilakukan kepada pemerintah. Menurutnya, ormas yang dipimpinnya seperti nirlaba atau secara penuh bukan atas pendanaan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. “Dalam menjalankan kegiatan lebih banyak bersifat kemitraan dan tidak ada pembiayaan rutin dari pemerintah. Jadi, LPJ bukan kepada pemerintah tapi pada ormas,” terang pria yang lebih dikenal dengan nama Abung itu.
Ia menambahkan, dalam Musda KNPI Depok terdapat 52 peserta. Dengan perincian, sebanyak peserta 45 OKP (Organisasi Kepemudaan Masyarakat), 6 PK (Pengurus Kecamatan), dan 1 MPI (Majelis Pemuda Indonesia). Dirinya menghimbau, agar kandidat dapat bersaing dengan cara yang proporsional.
Abung mengaku memiliki rencana maju kembali memimpin perkumpulan organisasi pemuda itu. Dirinya mengaku, diminta kembali mencalonkan diri pengurus DPD, PK dan OKP yang dinaungi lembaga naungan Pemuda Pancasila. Ia mengajak, agar seluruh Ormas dapat bersatu untuk membuat program ke depan. “Kita buat suatu kebersamaan dulu. Intinya, program KNPI sebagai labolatorium dan OKP yang membuat kegiatan. Saya juga akan meneruskan pembangunan kantor KNPI, paling lambat pada bulan kesatu atau dua peletakan batu pertama,” katanya.
Ia berkomitmen untuk membangun kantor KNPI Depok. Jika tidak, imbuhnya, dirinya siap mundur dan akan mempertanggungjawabkannya kegagalannya itu. Dia optimis dapat memenangkan pertarungan. Terlebih lagi ia mendapat dukungan dari keluarga besar pemuda pancasila dan OKP. “Sebagai kandidat ketua, dirinya berjanji jika terpilih akan memberikan perhatian penuh kepada ormas dan pemberdayaan PK,” katanya.
Rumah Karyawan PT KS Disatroni Maling *tiga ratus gram emas dan berlian raip
DEPOK, Gerombolan spesialis pencurian dengan kekerasan kembali beraksi di Kota Depok. Kali ini gerombolan tersebut menyasar kediaman Santoso Wijaya (25) salah seorang karyawan PT Krakatau Steel (PT KS), di Jalan Haji Nadih, Kampung Sugutamu, RT06/RW05 No.4, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya.
Dalam aksinya gerombolan yang berjumlah lebih dari tiga orang itu berhasil menggasak uang tunai, perhiasan emas seberat 300 gram, dan intan berlian. Namun, pemilik rumah dan kepolisian belum dapat menakar berapa kerugian materi yang ditimbulkan.
Santoso Wijaya mengatakan, kasus pencurian tersebut terjadi pada pukul 10.00 WIB. Secara kebetulan, rumahnya itu hanya didiami oleh saudaranya bernama Ahyar. Dan, Ahyar tidak berada di rumah pada saat kejadian. “Ahyar pergi selama 30 menit. Waktu dia balik ke rumah, pintu gerbang sudah dalam keadaan terbuka. Begitupun, pintu rumah dan dua pintu dua kamar,” katanya.
Santoso mengaku baru mengetahui peristiwa pencurian di rumahnya dari Ahyar yang langsung menghubunginya via telepon. Ahyar sendiri, kata dia, tidak berani masuk rumah sampai dirinya datang. “Waktu saya masuk rumah, saya lihat lemari di dua kamar dalam kondisi berantakan,” katanya.
Dia menerangkan, dari dua kamar tersebut maling berhasil menggondol 300 gram emas, satu set berlian, dan sejumlah uang tunai. Untuk uang tunai, ia belum dapat memperkirakan jumlahnya. Karena uang tunai yang dicuri di dalam lemari ayahnya, Syafudin Kasim, yang bekerja sebagai jaksa di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. “Kalau uang tunai saya tidak mengetahui jumlah pastinya. Uang itu milik ayah saya,” katanya.
Santoso mengatakan, rumah itu memang dibiarkan kosong. Sebelumnya, kata dia, rumah itu dihuni kedua orangtuanya. Namun, saat ini ayahnya bertugas di Kejari Kota Kendari. Ia sendiri menempati rumah di bilangan Cilandak, Jakarta Selatan. “Ada tiga orang yang menempati rumah ini, termasuk saudara saya, Pak Ahyar, dan anaknya,” kata dia.
Ia mengatakan, tidak sedikitpun memiliki kecurigaan terhadap ketiga saudaranya yang menghuni rumah ini. Sedangkan musuh pun ia mengaku tidak punya. Namun ia menduga sebelumnya pelaku telah mengintai rumahnya terlebih dahulu. Begitu Ahyar ke luar rumah, lanjutnya, pelaku langsung menyatroni harta di dalam rumahnya. “Mereka pasti sudah mengintai terlebih dahulu,” kata Santoso.
Saat ditanya, kasus pencurian tersebut ada hubungannya dengan kekisruhan saham perdana (Initial Public Offering) PT Krakatau Steel, ia membantahnya. Pasalnya tidak ditemukan nada-nada ancaman di dalam rumah maupun terhadap anggota keluarganya. “Pencurian murni, tidak ada hubungannya dengan PT Krakatau Steel,” katanya.
Tetangga korban, Hani Srimulyani (19), mengaku sempat melihat dua buah motor yang masing-masing ditunggui oleh satu orang. Sedangkan satu motor kosong, diduga pengendara motor tersebut yang masuk ke dalam rumah dan mencuri harta-harta berharga di dalamnya.
Motor-motor tersebut, kata Hani, letaknya tidak berkumpul, tetapi agak menyebar sekitar lima meter. Satu motor yang kosong di depan rumah korban, satu motor di depan warung tidak jauh dari rumah korban, dan satu motor di parkir di depan rumah Hani. “Saya sempat melihat dua orang pelaku. Pertama tingginya sekitar 175 sentimeter dengan tubuh tegap dan satunya lagi sekitar 165 sentimeter dengan tubuh kurus. Usia dua pelaku tersebut sekitar 50an tahun,” katanya.
Ia menyatakan, sebelum melihat kedua pelaku, ia berada di kamarnya yang berada persis di samping rumah korban. Saat itu, ia mendengar suara berisik seperti ada orang yang membuka paksa sesuatu. Namun saat itu, ia tidak menaruh curiga.
Saat melihat dua orang yang tidak dikenal berada di atas motor itulah, ia mulai mencurigai adanya keganjilan. Karena saat itu, ia juga tengah sendiri di dalam rumah, ia tidak melakukan apa-apa. “Saya takut lah. Setelah mendengar ada pencurian di rumah korban, saya baru lihat tiga pengendara motor tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Ade Rahmat Idnal, mengakui adanya kasus pencurian di rumah karyawan PT Krakatau Steel dan jaksa di Kejari Kota Kendari. Pelaku pencurian diperkirakan tiga orang dengan mengendarai kendaraan roda dua dengan usia sekitar 50 tahun dan tinggi antara 165-175 sentimeter. “Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Pelaku dapat diganjar pasal 363 KUHP dengan hukuman paling berat 15 tahun,” katanya.
Dia menambahkan, pelaku masuk dengan merusak pagar, mencokel pintu masuk, dan pintu rumah. “Setelah mengambil barang, mereka langsung kabur,” katanya
Puluhan Warga Depok Menderita Kaki Gajah Kronis

DEPOK, Puluhan warga Kota Depok dipastikan terjangkit penyakit kaki gajah kronis atau filariasis. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk itu bersifat menahun. Bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan, dan alat kelamin. “Keberadaan penderita penyakit kaki gajah menyebar di seluruh kecamatan di Depok. Jumlahnya mencapai 35 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, dr Hardiono kepada, Minggu (21/11).
Seseorang dapat terinfeksi penyakit kaki gajah apabila orang tersebut digigit nyamuk yang infektif: nyamuk yang mengandung larva stadium III. Siklus penularan penyakit kaki gajah itu sendiri melalui dua tahap, yaitu perkembangan dalam tubuh nyamuk, dan kedua perkembangan dalam tubuh manusia. “Saya minta warga Depok meningkatkan kewaspadaan. Kami akan melakukan pengobatan massal untuk mencegah terjadinya endemi kaki gajah,” kata Hardiono.
Untuk mencegah terjadinya penyebaran lebih masif, Hardiono menghimbau masyarakat agar mengikuti pengobatan filariasis yang dilakukan lembaga-nya. Ia menjamin pengobatan tersebut aman dan tidak menimbulkan penyakit. “Saya menjamin obat yang diminum tidak akan menimbulkan penyakit,” kata dia.
Hardiono menambahkan, dalam proses pengobatan harus sesuai dengan aturan. Wanita yang tengah hamil tidak diperkenakan meminum tablet itu. Hardiono menegaskan, daripada pengobatan lebih baik pencegahan. “Penyakit ini dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan,” katanya.
Ia mengingatkan, seseorang tersangka filariasis ditemukan tanda-tanda dan gejala akut ataupun kronis. Seseorang dinyatakan sebagai penderita filariasis, apabila dalam sediaan darah tebal ditemukan mikrofilaria. Pencegahannya, kata Hardiono, masyarakat berusaha menghindarkan diri dari gigitan nyamuk vector misalnya dengan menggunakan kelambu bula akan sewaktu tidur, menutup ventilasi rumah dengan kasa nyamuk, menggunakan obat nyamuk semprot atau obat nyamuk baker, mengoles kulit dengan obat anti nyamuk, atau dengan cara memberantas nyamuk.
Sementara itu, Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Mahindra mengatakan semua wilayah di Kota Depok berpotensi menjadi penyebaran penyakit menular itu. “Kota Depok telah masuk menjadi kategori endemi penyakit filariasis. Hal itu dapat disimpulkan dengan ditemukannya microfilaria lebih 1% pada sampel darah penduduk di Kecamatan Limo dan Kecamatan Cimanggis,” katanya.
Mahindra mengatakan, dari data yang didapat Dinkes ada lebih dua kasus kronis penyakit kaki gajah di wilayah dengan radius 100 meter. Ia menambahkan, penyakit kaki gajah diakibatkan infeksi cacing filaria yang ditularkan 23 spesies nyamuk dari genus anopheles, mansonia, aedes & armigeres. Biasanya, kata dia, nyamuk jenis itu suka mendiami lingkungan rumah, tanaman air, saluran air, rawa-rawa serta sawah. Cacing filarial sendiri, kata dia, dapat hidup dalam kelenjar limfe dan pembuluh darah manusia. “Langkah nyatanya, kita akan mengadakan pengobatan massal di Kota Depok pada 4 dan 11 Desember 2010,” kata dia.
Jumat, 19 November 2010
Pilkada Ulang Depok Tunggu Hasil PTUN Bandung

DEPOK, Pertikaian politik pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Depok kian bermuara pada pilkada ulang. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung yang tengah melakukan persidangan gugatan DPC Partai Hanura Kota Depok berpeluang mengalahkan keputusan KPU Depok.Gugatan itu dilakukan DPC Partai Hanura yang menilai penetapan KPU Depok menentukan suara dukungan partai terhadap pasangan calon wali kota dan wakil wali kota tidak sah. Karena DPC Partai Hanura tidak memberikan dukungan terhadap pasangan Yuyun-Pradi sebagai pasangan calon. “Dari bukti administratif dan argumentasi kita sangat kuat,” kata Ketua Plt DPC Hanura, Syamsul Marasabesi, Jum’at (19/11).
Syamsul mengatakan, penetapan pasangan calon yang dilakukan KPU Depok tidak sah. Sebab, kata dia, seluruh surat dukungan yang diberikan DPC Hanura dan DPP Hanura diberikan kepada pasangan Badrul Kamal-Agus Suprianto (BK-Pri) bukan Yuyun Wirasaputra-Pradi Supriatna. “Hanura tidak memberikan dukungan terhadap Yuyun-Pradi,” katanya.
Ia menambahkan, PTUN Bandung bakal membuat putusan yang sangat adil. Yakni memenangkan gugatan Hanura. Mereka pun hanya berdalih pada data empiris saat pendaftaran. “Kita memiliki bukti surat asli. dengan tanda tangan asli, berikut kronologis lahirnya penetapan dukungan tersebut,” terang Syamsul.
Syamsul mengatakan, kesalahan KPU Depok terhadap penetapan pasangan calon itu sangatlah fatal. Karena sangat mengganggu proses pilkada. Dia menambahkan, karena proses awalnya sudah salah maka pilkada yang sudah berlangsung pada 16 Oktober lalu perlu dibatalkan. “Kalau ada calon yang gagal administrasi diloloskan. Itu berarti KPU memaksakan. Maka apapun hasil pilkada harus pula dibatalkan. Demi hukum,” katanya.
Sengketa dukungan itu bermula dari putusan sepihak mantan ketua DPC Hanura Ari Kadarisman dan Sekretarisnya, Irsan Djoesan dalam penetapan dukungan. Dengan menyerahkan dukungan pada pasangan Yuyun-Pradi yang tidak didukungn DPP Partai Hanura. Akibat tindakan tersebut DPP Hanura pun memecat dua pimpinan DPC Hanura Depok melalui SK No. SKEP/121/DPP-HANURA/VIII/2010 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Ketua dan Sekretaris Partai Hanura Kota Depok. Surat itu tertanggal 19 Agustus 2010. Ditandatangani langsung oleh Ketua Umum DPP Hanura, Wiranto dan Sekretaris Jendral DPP Hanura, Dossy Iskandar Prasetyo. Namun surat DPP Hanura ini tidak ditanggapi KPU Depok. Sehingga menuai gugatan dan protes. Kasus sengketa dukungan itu pun belranjut sampai ke PTUN Bandung.
Ketua KPU Depok, Muhammad Hasan memastikan tidak ragu dengan hasil PTUN Bandung. Gugatan yang dilakukan DPC Hanura dianggap tidak layak. Sehingga majelis hakim tak akan meloloskan gugatan tersebut.
Gedung Rektorat Gunadarma Dijebol Maling
DEPOK, Kawanan pencuri beraksi di Kampus Universitas Gunadarma, Jalan Margonda Raya, Kota Depok. Pelaku diduga berjumlah dua orang. Mereka masuk ke dalam kampus dengan memanjat pagar belakang dekat ruang generator. Lantas naik ke balkon Gedung Rektorat Gunadarma dengan memanjat pipa besi ke lantai tiga. Dan masuk melalui jendela yang tidak dipasang teralis besi. Kedua pelaku berhasil mengambil laptop, uang tunai Rp2 juta, serta eksternal disk berisi data-data penting.
Aksi pencurian tersebut baru diketahui petugas keamanan internal (satpam) bernama Iwan Prasetyo pada pukul 07.40 WIB. Dimana kondisi ruang administrasi di lantai satu dalam keadaan berantakan. Berkas-berkas tercecer sedemikian rupa.
Iwan pun langsung melaporkan penemuan itu ke Polsek Beji. Selanjutnya, Polsek Beji melakukan identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Polisi tengah melakukan proses identifikasi dan olah TKP. Yang pasti polisi sudah mendapati sidik jari pelaku,” kata Humas Polres Kota Depok AKP Amat Sadikun, Jumat (19/11), di TKP.
Sebelumnya, petugas Unit K-9 melepas seekor anjing pelacak. Anjing jenis buldog warna hitam di bawa briptu Harry menyusuri area sekitar TKP. Anjing masuk dari lantai bawah sampai ke lantai tiga. Anjing juga sempat berputar-putar lama di balkon atas. Lalu, menelusuri lorong menuju ke belakang ruang generator. “Anjing berhenti di belakang ruang generator. Disana terdapat pagar berkawat duri bekas tertindih beban berat. Kami menduga pelaku naik melalui pagar ini,” kata Sadikun.
Sadikun mengatakan, setelah masuk ke area kampus, pelaku kemudian naik ke balkon melalui pipa besi. Dari balkon, kata dia, pencuri kembali memanjat pipa besi, menceplos melalui jendela. “Setelah masuk ke lantai tiga, pencuri turun ke lantai dua dan satu melalui plafon,” terangnya.
Dari lantai tiga, terang Sadikun, pencuri berhasil menggasak uang tunai sebesar Rp2 juta dari laci. Di lantai satu dan dua pencuri berhasil mengambil satu unit laptop, dua handphone, serta satu unit harddisk eksternal. “Sampai saat ini kita sudah meminta keterangan dari tujuh orang saksi. Salah satunya adalah petugas keamanan internal dan petugas kebersihan,” katanya.
Hasil penyelidikan tim identifikasi, ditemukan sebuah korek api gas berwarna ungu. Polisi menduga korek tersebut digunakan pencuri untuk mencari barang berharga dalam keadaan gelap. “Hingga kini Polsek Beji masih melakukan pendalaman. Belum diketahui apakah aksi pencurian ini melibatkan orang dalam atau pencurian murni,” terangnya.
Sementara itu, petugas kebersihan bernama Ajat Sudrajat mengaku baru mengetahui adanya pencurian setelah ia dikabarkan temannya bahwa Gedung Rektorat kecurian. “Memang kondisi ruangan dalam kondisi berantakan. Kertas-kertas bercecer di mana-mana,” kata dia.
Ajat mengatakan, ruang rektorat terbagi tiga lantai. Lantai pertaman digunakan untuk legalisir izasah, serta keperluan administratif mahasiswa lainnya. Lantai dua digunakan untuk pembayaran semesteran, dan lantai tiga untuk siaran radio dan televisi. “Saya dengar yang hilang uang Rp2 juta. Selebihnya tidak tahu sama sekali,” kata dia.
Lokasi berbeda, Humas Gunadarma, Angga mengatakan, ia sama sekali tidak mengetahui apa saja barang yang hilang. Namun, kondisi kantor dalam keadaan carut marut. “Sekarang kita masih melakukan pendataan seluruh barang,” katanya.
Angga menambahkan, ia juga tidak mengetahui motif dari pelaku. Semuanya diserahkan ke pihak kepolisian. “Tanyakan saja ke polisi,” katanya.
Saat ditanya, apakah pencuri tersebut mencuri data-data penting. Ia tidak membenarkan juga tidak mengiyakan. “Barang yang hilang baru laptop, eksternal disk, dua handphone, dan uang tunai. Kalau ada kehilangan data masih kita telusuri,” katanya.
Puluhan Mahasiswa Terlantar
Akibat gedung administrasi yang dibobol maling, puluhan mahasiswa yang ingin melakukan legalisir izasah terpaksa menunggu lama. Akibatnya, mahasiswa pun mengaku kecewa karena tidak bisa meminta legalisir dari pihak administrasi kampus. Sebab, di luar pintu gedung bertuliskan larangan bagi siapapun untuk memasuki area karena sedang dalam pemeriksaan polisi. ”Saya datang ke kampus mau minta legalisir untuk daftar CPNS, hari ini terakhir, bagaimana nih terpaksa saya akan tunggu sampai sore,” kata Hendri kesal.
Hal senada juga dikeluhkan Noviantoro. Menurutnya, kedatangan ke kampus bukan untuk main-main. Apalagi harus menunggu lama. “Kita datang karena ada keperluan penting. Seharusnya pihak kampus dapat mengantisipasi hal ini,” kata dia.
Balita Tewas Terlindas Bus
DEPOK, Malang nian nasib Aysel Alfian Firdaus (15 bulan). Bocah lucu tersebut harus merenggang nyawa akibat terlindas bus jurusan Citeurep-Depok yang melintas di depan Polsek Sukmajaya. Ibunda Aysel, Zaitun (45) hanya bisa meratapi kepergian buah hatinya itu. “Saya tidak tahu harus bagaimana lagi. Aysel sudah pergi untuk selamanya,” kata Zaitun, dikediamannya Jalan Sarman Miran, RT005/RW004, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Depok, Jumat (19/20).
Sebelum peristiwa malang itu terjadi, Aysel tengah diajak bercanda oleh petugas kepolisian dan tukang ojek. Aysel berlari-larian di trotoar. “Dia berputar-putar dekat saya. Tiba-tiba ke pleset dan jatuh dari trotoar ke tengah jalan. Dari arah selatan, bus membelok ke arah simpangan Depok, dan langsung melindas pala anak saya,” katanya terisak-isak.
Sebelum bus melindas kepala anaknya, Zaitun sempat memberi peringatan supir bus agar berhenti. Namun sopir bus tidak menghiraukan. Kepala Aysel tertindas ban belakang bus hingga terdengar suara benda patah. “Waktu itu saya langsung memeluk anak saya dan berfikir kalau anak saya tidak selamat. Ternyata benar, di perjalanan ke rumah sakit dia meninggal,” katanya.
Ayah korban Iyus (43) mengaku, anak keempatnya itu kerap dibawa jalan pagi di sekitar rumah. Hingga kini, ia masih terbayang-bayang kepergian Aysel karena baru merayakan ulangtahun pada 21 Agustus 2010 lalu. “Tiap pagi dia memang selalu minta keluar rumah. Dia senang kalau diajak ke jalan raya,” kata Iyus.
Jasad Aysel dimakamkan Usai solat jumat, di TPU Koblak, Sukmajaya. Suasana haru terlihat saat pemakaman. Sehari-hari, Aysel senang bermain mobil-mobilan dan menonton film kartun. Korban juga memiliki boneka kesayangan yang selalu menjadi teman tidur. Kedua orangtua korban kerap membelikan mainan untuk Aysel.
Pihak keluarga mengaku iklas dan tidak menyimpan dendam kepada sopir bus yang menabrak. Hanya saja, dirinya ingin ada pertanggungjawaban pelaku. “Kami iklas dan tidak dendam sama sekali,” kata Iyus yang baru sebulan mengontrak di depan Polsek Sukmajaya.
Kanit Reskrim Polsek Sukmajaya Depok Iptu Dodo Hermawan menuturkan, pihaknya telah mengamankan Jahidi, sopir bus asal Bekasi itu. Dia mengendarai bus ugal-ugalan hingga melindas Aysel. Kasus ini kemudian ditangani Unit Laka Lantas Polres Depok. “Kepalanya bocor, robek, dan kehabisan darah, supirnya sudah kami tahan,” terang Dodo.