Selasa, 23 Maret 2010

Limbah Cair Dapat Menjadi Komplemen

DEPOK, Kerjasama antara Universitas Indonesia (UI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk melakukan riset terhadap peningkatan produktifitas belimbing (Averrhoa carambola) melalui pemanfaatan limbah pasar trandisional di Kota Depok sebagai pengganti pupuk organik dan variasi penggunaan pembungkus buah belimbing mendapatkan hasil adanya kecenderungan pertumbuhan pada media tanaman yang ditambahkan kompos relatif baik. Sementara penambahan limbah cair dapat menjadi komplemen dari media umum yang digunakan atau pun menjadi suptitusi dari pupuk kandang. "Studi ini sebenarnya bertujuan untuk mendapatkan alternatif penggunaan pupuk organik dengan memanfaatkan limbah pasar tradisional dan variasi pembungkus buah belimbing dalam peningkatan produktivitas belimbing. Serta alternatif pemanfaatan buah belimbing sebagai effervesens guna meningkatkan nilai produksi buah belimbing di pasar," kata Dr Susiani Purbaningsih, DEA, dalam seminar "Riset untuk Pengabdian Masyarakat di Balai Sidang UI, Selasa (23/3).
Menurut Susi, studi ini dibagi dua tahapan, yaitu tahapan assesment dan tahapan pembuatan effervesens. Tahapan assessment terdiri dari pengujian pupuk organik limbah pasar tradisonal yang meliputi analisis kandungan dan keunggulan khasiatnya pada tanaman belimbing dan variasi penggunaan bahan pembungkus buah. Sedangkan untuk tahap pembuatan efferrvesens dilakukan dengan menggunakan bahan baku berupa buah dari belimbing manis. Proses pembuatan tepung belimbing manis dibagi menjadi tiga tahap, yakni pembuatan fitrat ekstrak belimbing manis, penambahan pengisi ke dalam fitrat belimbing manis, dan proses peneringan. "Hasilnya, menunjukan adanya kecenderungan pertumbuhan pada media tanam yang ditambahkan kompos relatif baik," kata dia.
Dikatakanya, dari hasil pembungkusan buah dengan beberapa jenis bungkus dan warna diperoleh belimbing dengan beberapa variasi warna. "Jika ingin memperoleh belimbing dengan warna hijau maka dapat digunakan pembungkus kertas minyak warna putih. Untuk pembungkus warna biru merah, hijau, kuning, dan plastik warna hitam maka diperoleh warna kuning," katanya.
Sementara itu, kata dia, untuk pembungkus plastik bening akan diperoleh buah dengan tepi buah berwarna hijau, dengan bagian dalam kekuning-kuningan. "Jika ingin memperoleh buah dengan kadar vitamin C tinggi maka dapat dibungkus dengan bungkus karbon, sedangkan untuk memperoleh buah dengan kadar gula rendah dapat menggunakan bungkus warna biru," kata Susi.
Sementara salah seorang pengajar bidang Studi Geografi Pertanian F MIPA UI, Tuti Handayani mengatakan, untuk mengklaim belimbing sebagai ikon Depok diperlukan kajian lebih dalam lagi karena selama petani Depok menanam belimbing hanya berdasarkan pengalaman turun temurun. Sedangkan, lokasi pertanian belimbing hanya ada di Kecamatan Cimanggis dan Sawangan. "Pemkot Depok harus melakukan pembinaan terus menerus agar petani di seluruh wilayah Depok menanam belimbing," katanya. Ia menambahkan, untuk mencari belimbing Depok pun tidak sesulit sekarang ini. "Kalau masyarakat melihat belimbing sebagai sebuah potensi penambah pundi-pundi mereka pasti mau menanam belimbing di pekarangan rumah mereka," kata dia.
Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan, yang dimaksud ikon adalah buah belimbing sebagai eksotik flut (buah eksotik) bukan dijadikan sebagai industri. "Kalau untuk industri wilayah Depok tidak akan mencukupi," kilahnya.


Read More...

Minggu, 21 Maret 2010

Depok Awasi Berkas UN Menggunakan CCTV


DEPOK, Sebanyak 4775 lembar soal ujian kemarin tiba di SMAN 1 Depok. Rencananya, hari ini (22/3), soal-soal tersebut disebar ke 122 sekolah penyelenggara ujian nasional (UN), atau tepatnya sekitar pukul 05.00 WIB, sesaat sebelum pelaksaan UN. Pendistribusian soal seperti biasa dikawal petugas kepolisian Polres Depok dan seluruh polsek se-Depok.
Kapolres Depok, Kombes Saidal Mursalin mengatakan, pihaknya bertugas mengawal pendistribusian dan pengamanan pelaksanaan UN yang dilaksanakan sejak 22-26 Maret 2010 untuk SMA. Sedangkan untuk SMK adalah 22-25 Maret 2010. Petugas yang dikerahkan, kata Saidal, telah disebar di beberapa titik, baik yang bersegaram maupun preman. Hal tersebut dilakukan guna menghindari hal yang tidak diinginkan dalam pelaksanaan UN, termasuk kecurangan ataupun kebocoran soal. "Kita telah menyiapkan sejumlah personil untuk mengamankan UN. Pengawasan dan pengawalan dilakukan mulai dari pendistribusian soal hingga saat pelaksanaan UN," kata dia kepada wartawan, Minggu (21/3).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Farah Mulyati mengatakan jumlah peserta UN tahun ini sebanyak 4.786 siswa dengan rincian 2.130 untuk jurusan IPA dan 2.656 untuk jurusan IPS. Sekolah penyelenggara UN kali ini sebanyak 50 SMA se-Depok. Sedangkan untuk peserta SMK, kata Farah tercatat sebanyak 7.805 siswa dengan 70 sekolah SMK sebagai penyelenggara.
Lebih lanjut Farah menghimbau kepada para siswa untuk tidak percaya akan adanya kunci jawaban yang beredar. Pasalnya, kunci jawaban tersebut tidak diketahui kebenarannya. "Kunci jawaban tersebut tidak valid alias palsu karena tidak mungkin ada kunci jawaban UN yang beredar," katanya. Farah mengungkapkan, penyimpanan soal di SMAN 1 Depok dilakukan dengan sangat ketat lantaran dipasang kamera CCTV dengan pengawasan dari staf dinas pendidikan, sejumlah anggota polisi serta tim pengawas independen. "Tahun ini ruang penyimpanannya kita pasangi CCTV, jadi seluruh aktivitas di dalamnya terpantau dan terekam. Jadi tidak mungkinlah bisa keluar tanpa sepengetahuan kita," beber Farah.
Kemarin, satu truk box, terlihat membawa lembaran soal dan lembar jawaban diterima petugas UN Dinas Pendidikan Kota Depok. Berkas lembar ujian itu terbungkus dalam kardus yang memuat sejumlah amplop coklat. Truk box yang membawa soal UN itu pun dikawal cukup ketat. Terdapat lima petugas kepolisian dan tim pemantau independen mengikuti seluruh proses pengiriman soal itu. Barang kiriman tersebut disimpan di SMA Negeri I Kota Depok sebagai rayon pusat UN Kota Depok. "Nantinya dibagikan ke sekolah-sekolah penyelenggara. Tapi jelang UN dilaksanakan. Selama ini bakal tetap berada di SMA I Depok," kata Kepala Bidang Dimenjur, Dinas Pendidikan Kota Depok, Siti Khairiyah saat memantau penerimaan berkas soal, Sabtu (20/3) pagi.

Read More...

UPS Jadi Tempat Penampungan Sementara

DEPOK, Kendati Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah mengklaim pembangunan Unit Pengelolaan Sampah (UPS) sebagai sebuah program jitu mengatasi masalah persampahan di Depok, namun masih ada UPS yang di bangun dengan biaya cukup besar beroperasi tidak sesuai fungsi dan kegunaanya. Salah satu contohnya adalah UPS Taman Cipayung. UPS tersebut telah berdiri sejak 2009, namun hanya berfungsi sebagai tempat penampungan sampah sementara. Padahal, seharusnya UPS bekerja sebagai pencacah sampah dan mampu menghasilkan pupuk organik.
Hal tersebut terjadi karena mesin pengolahan sampah tak kunjung dijalankan. Akibatnya, sampah-sampah yang terkumpul dari delapan RW hanya ditumpuk di UPS untuk kemudian diangkut dengan truk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Menurut Pengawas UPS Taman Cipayung, Madi, pada musim kemarau tumpukan sampah tidak terlalu mengeluarkan bau tak sedap. Hal itu terjadi lantaran sampah-sampah tersebut selalu diangkut ke TPA. Akan tetapi memasuki musim penghujan, petugas pengangkut sampah hanya mampu mengangkut sebagian sampah ke TPA. "Musim hujan pengangkutan kurang, jadi sampahnya over load," kata Madi, kemarin.
Madi mengatakan, setiap terjadi transefer sampah dari UPS ke dalam truk, sebagian sampah berceceran. Tak jarang membuat akses jalan di depan UPS menjadi terhambat. "Tiap hari sampah yang berserakan di jalan pasti kita bersihkan pakai alat berat," katanya.
Madi mengatakan, UPS ini menampung delapan kubik sampah setiap harinya. Gerobak-gerobak sampah yang membawa sampah dari delapan RW akan datang setiap harinya sekitar pukul 08:00 sampai pukul 11:00 WIB. Sedangkan, truk pengangkut sampah dari TPA Cipayung akan tiba pada pagi harinya.
Kepala Bidang Pelayanan Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Depok, Rahmat Hidayat mengakui bahwa UPS Taman Cipayung belum dapat beroperasi secara maksimal. "Ada warga yang masih menolak, jadi mesin belum kita nyalakan," kata dia.
Rahmat mengatakan, penolakan tersebut muncul karena warga khawatir mesin UPS akan menimbulkan suara bising. Padahal, mesin UPS tidak terlalu mengeluarkan suara bising. "Sebetulnya hal itu bukan lah masalah besar, hanya warga kurang memahami cara kerja UPS," katanya.
Ke depannya, pihak Dinas Kebersihan berencana untuk melakukan pendekatan ulang ke masyarakat, agar mesin UPS dapat beroperasi, sehingga sampah dapat diolah dan bukannya menumpuk di dalam bangunan. "Sementara ini UPS memang baru bisa jadi tempat penampungan sementara," kilahnya.
Rahmat mengatakan hingga tahun 2010 ini, Pemkot Depok telah mengoperasikan 16 UPS di Kota Depok. Sedangkan tiga UPS masih mendapat penolakan, yakni UPS Taman Cipayung, Perumahan Puri Bali, dan UPS Bukit Rivaria.

Read More...

227 Balita Terindikasi Gizi Buruk


DEPOK, Masih 227 balita di Kota Depok terindikasi menderita gizi buruk. Salah satu anak penderita gizi buruk ialah putri pasangan suami-istri Rudi Salam,26, dan Rini,24, warga RT08/RW20, Kelurahan Bhakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Buah cintanya, Alfianti, 1,6, masih menjalani perawatan di Puskesmas Sukmajaya, guna menjalani program Teraupeutic Feeding Center (TFC) sebagai terapi penyembuhan bagi balita penderita gizi buruk.
Alfianti terlahir sebagai bayi normal dengan berat 2,8 kg, namun perkembangan fisiknya tidak normal. Kendati, berusia 18 bulan, berat badanya hanya mencapai 5,7 kg. "Perkembangan fisik Alfianti jauh berbeda dengan perkembangan fisik bayi seusianya," kata Rini, Minggu (21/3).
Menurut Rini, penyebab utama anaknya menderita gizi buruk karena suaminya tak memiliki pekerjaan tetap. Ia hanya mampu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sedangkan untuk membeli susu yang harganya tinggi, suaminya Rudi sama sekali tak mampu. "Suami saya kadang menganggur sampai dua bulan, dan kalau pun bekerja, uang yang didapat tidak mencukupi," tuturnya.
Rini mengatakan, meskipun mereka berdua telah menikah lama dan memiliki satu orang anak, keduanya masih tinggal bersama orangtuanya. Untuk mengecek kesehatan Alfianti, kata dia, ia menggunakan surat keterangan tidak mampu (SKTM). Selain menderita gizi buruk, putrinya juga mengalami gangguan kelainan jantung bocor (ASD). Direncanakan Alfianti akan dioperasi di Rumah Sakit (RS) Harapan Kita, Jakarta Barat. "Biaya operasi ditanggung Lembaga Kesehatan Cuma-cuma (LKC) Kota Depok dan dengan menggunakan kartu SKTM. Karena tidak semua kebutuhan operasi tidak ditanggung SKTM dan LKC, maka saya masih mengharapkan bantuan dari tetangga nanti," katanya pasarah seraya menambahkan, Alfianti sudah dua bulan dirawat di Puskesmas Kecamatan Sukmajaya dan berat badanya sudah mencapai 6,6 kg.
Hal sama juga dialami pasangan keluarga Iwan Junaidi,30, dan Astri ,28. Sejak kelahiran Dea Intan ,1,2, keluarga tak mampu memenuhi kebutuhan makanan tambahan dan susu bagi putrinya. Anak ketiga warga Kampung Pala RT 04/RW08, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok ini, menderita gizi buruk. "Saya masih bersukur, putri saya diberikan kesempatan melakukan pemulihan di puskesmas ini dengan menggunakan kartu SKTM. Kalau dirawat di rumah sakit swasta tentu jelas kami tidak mampu, karena suami saya hingga sekarang tidak memiliki perkerjaan yang menetap," tutur Astri.
Astri mengatakan, kelahiran putri ketiganya berlangsung normal dengan berat badan mencapai 2,5 kg dan pada awal masuk dalam pemulihan di puskesmas berat badan 5,5 kg. Namun, setelah dalam 23 hari dilakukan pemulihan, kini berat badan Dea sudah mencapai 6,3 kg.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Hardiono mengatakan, hingga saat ini masih ditemukan sekitar 227 kasus balita penderita gizi buruk yang tersebar di enam kecamatan di Kota Depok. Dalam pemberantasan gizi buruk ini, pihaknya menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kondisi ekonomi keluarga dibawah garis kemiskinan sehingga kasus gizi buruk mudah terjadi. Selain itu, kendala lain yang juga menjadi faktor utama penyebab gizi buruk adalah kebiasaan orang tua dalam mengurus anak. Dimana nutrisi yang baik untuk anak tidak menjadi prioritas utama.
Meskipun demikian, Hardiono berjanji pihaknya akan terus mengupayakan agar balita penderita gizi buruk terus berkurang. "Target kami sebanyak 85 persen balita di Kota Depok, bebas gizi buruk tahun 2010," ujarnya.
Menurut Hardiono, ada beberapa program yang dilakukan pemerintah untuk menekan hal ini. Diantaranya pengadaan pos-pos gizi, penyuluhan Posyandu, dan pemberian makanan tambahan pada balita. "Kita pun melakukan program Teraupeutic Feeding Center (TFC) sebagai bentuk terapi penyembuhan balita gizi buruk di dua Puskesmas di Depok yakni Puskesmas Sukmajaya dan Cimanggis," terangnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok Roy Pengharapan mengungkapkan keprihatinannya dengan masih banyaknya bali gizi buruk yang ada di Depok. Untuk itu perlu dicari akar penyebabnya dan tentu Pemkot Depok yang paling bertanggung jawab dalam hal penyediaan lapangan pekerjaan agar para orang tua balita gizi buruk dapat penghasilan yang layak.

Read More...

Depok Belum Jadi Kota Nyaman Investasi

DEPOK, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dinilai belum dapat menciptakan Depok sebagai sebuah kota yang nyaman untuk berivestasi, tempat tinggal, tempat berusaha, dan tempat yang ramah lingkungan. Padahal, Depok memiliki potensi besar untuk dijadikan tempat berinvestasi, tempat tinggal, dan tempat mencari pekerjaan. Potensi tersebut dimiliki Depok lantaran Depok merupakan wilayah peri-peri dari Provinsi DKI Jakarta. "Banyak teman saya sesama pengusaha enggan menanamkan saham di Depok lantaran terlalu ribet mengurus izin. Disamping itu juga akses jalan yang kerap macet," kata pengusaha property, Nursi Arsirawati (Uci), yang juga sebagai kandidat bakal calon wakil wali kota, Minggu (21/3).
Uci mencontohkan, beberapa waktu lalu dirinya pernah mengurus izin pembangunan rumah di kawasan Cimanggis. Namun, ia selalu berhadapan dengan keruetan sistem di birokrasi. Setiap dinas merasa memiliki kewenangan untuk mengeluarkan izin. "Tidak aneh kalau kemudian ada pengusaha yang telah mendapatkan IMB tapi izin site plan tidak keluar," katanya. Seraya mengatakan, apalagi kemudian banyak kesalahan antara satu intansi dengan instansi lainnya.
Uci menambahkan, hal-hal kecil seperti ini harus cepat dibenahi agar investor berkenan menanamkan sahamnya di Depok. "Belum lama ini saya bertemu pengusaha asal Jepang, saya menanyakan mengapa mereka tidak menanamkan saham di Depok. Mereka menjawab terlalu banyak pengeluaran tidak perlu di Kota Depok. Bahkan, mereka tidak mau merekomendasikan Depok sebagai tempat usaha," ceritanya.
Selain itu, kata Uci, suasan moderen sama sekali tidak terasa di Depok, berbeda dengan wilayah lain seperti Bekasi, Tangerang Selatan, dan Kota Tangerang. Suasana moderen begitu terasa. Sebab, semua dikelola secara baik dan benar. "Masih banyak fasilitas perkotaan yang perlu dikembangkan agar warga Depok merasa memiliki Depok," kata dia.
Ia menambahkan, untuk menggeser masyarakat penglaju di Kota Depok dibutuhkan lima hal yakni percepatan peningkatan infrastrktur, peningkatan pelayanan publik, pendidikan SDM, dan kesehatan, serta investasi. "Dengan begitu masalah kemiskinan dan pengangguran dapat teratasi," ucapnya.
Sementara secara terpisah, calon wali kota dari jalur independen Rudi Samin, berencana membidik wakilnya dari kalangan perempuan. Namun, ia menyadari bahwa satu-satunya calon wakil wali kota perempuan saat ini hanya lah Nursi Arsirawati. Dan, kemungkinannya sangat tipis. Makanya ia mencoba menggandeng artis kawakan Yeny Rachman sebagai wakilnya. "Ide ini muncul atas desakan warga dari kecamatan Sawangan-Depok agar Yeny Rachman dapat mendampinginya. Sampai saat ini prosesnya sudah 50-50," kata dia.

Read More...

Jumat, 19 Maret 2010

Mensos : Jalanan Bukan Tempat untuk Anak-anak

Mensos : Jalanan Bukan Tempat untuk Anak-anak
DEPOK, Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf Aljufri menegaskan bahwa jalanan bukan tempat untuk anak-anak. Tempat yang baik bagi anak-anak adalah sekolah dan taman pendidikan. "Jalanan bukan lah tempat yang baik bagi anak-anak," tegas Salim usai memberikan bantuan ke Yayasan Bina Insan Mandiri, di terminal Depok, Jumat (19/3).
Menurut Salim, seluruh anak di Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan. Tanpa terkecuali. Pasalnya, dengan bersekolah mereka pun memiliki kesempatan untuk menjadi menteri, wali kota, bahkan presiden. "Yang terpenting kalau sudah memegang jabatan ya amanah," kata dia.
Mantan duta besar (dubes) Kerajaan Arab Saudi dan Kerajaan Oman itu mengatakan, pemerintah pada tahun 2010 ini memiliki program menggiring anak jalanan kembali ke bangku sekolah. "Secara bertahap aktivitas anak di jalanan akan kita kurangi. Aktivitas mereka akan lebih banyak di sekolah," ujar Salim.
Salim berkata, kedatanganya ke Yayasan Bina Insan Mandiri adalah untuk menyerahkan bantuan sebesar Rp45 juta untuk pengembangan yayasan. Yayasan ini, kata dia, di bangun oleh rasa kepedulian terhadap kemiskinan, keterbelekangan, ketakberdayaan masyarakat marjinal. "Ini juga merupakan suatu bukti bahwa pemerintah selalu memperhatikan masyarakat terpinggirkan," katanya.
Pria berkacamata itu menambahkan, bahwa pemerintah sesuai Undang-undang diwajibkan membantu kaum marjinal. Namun, pemerintah juga tidak ingin membantu memarjinalkan masyarakat. Artinya, kata dia, pemerintah berupaya sekuat tenaga membantu masyarakatnya menjauh dari wilayah kemiskinan. "Dengan bersekolah mereka dapat mengangkat status mereka sendiri," ucap Salim.
Salim menambahkan, bahkan dapat membantu rekan-rekannya untuk keluar dari jalanan dan menikmati sekolah. "Kita terus mendukung yayasan yang mencoba mengangkat dan mengupayakan anak jalanan untuk tidak kembali ke jalan," ujarnya.
Yayasan Bina Insan Mandiri, terbentuk pada 4 Februari 1993, memiliki tujuan yakni peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan. Baik itu, bagi dirinya sendiri mau pun bagi orang lain, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial masyarakat, serta mengembangkan dan membangun manusia yang utuh yang selaras, seimbang dan serasi dalam kehidupan berbangsa, bernegara. Bidang dan bentuk kegiatan: bidang kegiatan utama lembaga ini adalah pendidikan, usaha kecil, dan perkoperasian, sektor informal serta buruh atau tenaga kerja. Sedangkan kegiatan penunjangnya adalah bidang pertanian, peternakan, kesehatan, air bersih dan sanitasi. Kegiatan tersebut direalisasikan dalam bentuk pengembangan dan pendampingan masyarakat, advokasi dan perkreditan.

Read More...

Kapolres Kukuhkan Kasat

DEPOK, Kapolres Metro Depok, Komisaris Polisi (Kombes) Saidal Mursalin kukuhkan Komisaris Polisi (Kompol) Slamet Widodo sebagai Kasat Lantas Polres Depok menggantikan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) purnawirawan Djamin Budi Utomo yang telah pensiun sejak 1 Maret lalu. "Seluruh anggota satlantas Polres Depok memiliki kewajiban melakukan sosialisasi Undang-undang lalu lintas yang baru yaitu UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan," kata Saidal usai melakukah pengukuhan aula Atmani Adhi Wedhana, Jum'at (19/3).
Saidal mengatakan, sosialisasi UU No.22 tahun 2009 perlu dilakukan secara terus menerus agar tidak ada masyarakat yang komplain saat UU tersebut diterapkan. Ia meminta jajarannya melakukan sosialisasi secara santun, ramah, dan detail. Tujuannya, kata dia, agar masyarakat terutama para pengguna jalan memahami dan mengerti UU baru. "Sebagai pelindung dan pengayom masyarakat kita memiliki kewajiban memberi pemahaman kepada para pengguna jalan," ucapnya.
Mantan Wakapolres Kota Depok ini berharap anggotanya mampu menghindari pungli. Pasalnya, pungli dapat merusak citra kepolisian. Ia menambahkan, harapan ini tidak hanya dikhusus kan kepada jajaran satlantas yang bersentuhan langsung dengan pengguna jalan. Melainkan seluruh jajarannya. "Saya yakin kehadiran Kompol Slamet Widodo dapat mewarnai tugas barunya di jajaran satlantas. Ide-ide barunya dapat memajukan Satlantas," kata Saidal.
Selain itu, Saidal mengatakan, ada lima kegiatan kepolisian yang saat ini masuk menjadi skala prioritas, dan perhatian dari jajaran Polres Metro Depok.Yakni, pertama masalah belum tuntasnya kasus bank century. Kedua, kunjungan Presiden Amerika, Barack Obama pada 23-25 Maret 2010. Ketiga, belum tertangkapnya teroris. Keempat pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada 22-24 Maret. Dan kelima, pelaksanaan pilkada kota Depok 2010. "Seluruh jajaran Polres Metro Depok harus berperan aktif memberantas teroris sesuai intruksi Kapolri," kata dia.
Dalam acara tersebut juga turut hadir Wakapolres Depok AKBP Ahmad Subarkah, kabagops Kompol Dramayadi, para kasat, serta Kapolsek Polres Metro Depok.

Read More...