DEPOK, Staf Ahli Kementerian Lingkungan Hidup Prof Dr Emil Salim meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk menjaga jalur hijau. "Depok memang terkena dampak pesatnya pertumbuhan Kota Jakarta. Tapi, Depok harus tetap menjaga jalur hijau," kata Emil, seusai memberikan piala bergilir Emil Salim kepada TK Islam Al-Faizin Depok sebagai pemenang lomba paduan suara dalam rangka Hari Lingkungan Hidup, di TK Tunas Global. Depok, Selasa (2/6).
Emil menyarankan, Pemkot Depok tidak boleh mengizinkan perumahan tumbuh dijalur hijau. Jika hal itu sampai terjadi, terang dia, berati Pemkot Depok dengan sengaja melanggar aturan yang berlaku. "Agar jalur hijau tidak mendapatkan tekanan maka Pemkot Depok harus merencanakan RTRW yang tepat. Pemkot Depok juga harus berkoordinasi dengan DKI Jakarta. Jangan sampai persawahan hilang," terangnya.
Lebih lanjut Emil menjelaskan, untuk mengurangi tekanan pada jalur hijau di kota pinggiran Jakarta maka pemkot harus ada pemindahan pusat pertumbuhan. Pusat pertumbuhan bukan lagi di pusatkan di Jabodetabek. Melainkan dipusatnya di luar pulau Jawa, yakni di pulau Lampung, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.
"Jakarta nantinya hanya menjadi pusat pemerintahan dan pusat pendidikan. Artinya gula di Jakarta harus disebar ke wilayah lain," tandasnya.
Sementara itu, Emil mengatakan, perlombaan paduan suara yang digelar Sekolah Tunas Global Depok patut didukung. Hal itu merupakan upaya mengenalkan anak-anak kepada lingkungan. "Anak-anak itu ibaratkan buku tulis. Jadi anak-anak usia itu merupakan tahap pembentukan karakter. Mereka membutuhkan peranan orangtua atau gurunya sebagai rule model. Sehingga kelak besar anak-anak memahami arti pentingnya menjaga lingkungan," paparnya.
Selasa, 02 Juni 2009
Emil Salim;
Pembunuh Mahasiswi Gunadarma Diserahkan ke Kejari Depok
DEPOK, Kejaksaan Negeri Depok telah menerima pelimpahan tersangka Mulyana (25) pelaku pembunuh Irma Yuli (19), mahasiswa Universitas Gunadarma yang dibuang di pintu gerbang Universitas Indonesia (UI) beberapa waktu lalu dari tim penyidik Polres Depok. Mulyana diterima pihak Kejaksaan Negeri Depok beserta barang bukti berupa slayer merah yang digunakan untuk menjerat leher Irma, HP, T-Shirt, dan celana jeans milik Irma.
Menurut Seksi Pidana Umum Kejaksaan Depok Lulus Mustofa, pada Senin (1/6) kemarin, kejaksaan menerima tersangka Mulyana pelaku pembunuh Irma Yuli dari Polres Depok. "Kita telah terima tersangka dan barang buktinya," kata dia diruang kerjanya, Selasa (2/6).
Lulus mengatakan, dalam waktu dekat ini kasus-nya akan segera disidangkan oleh Pengadilan Negeri Depok. Pihaknya pun, kata dia, langsung mengikuti perkembangan penyidikan setelah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada 19 Maret 2009. "Begitu SPDP diterima, kita langsung ikuti perkembangan penyidikan," tuturnya.
Dia menjelaskan, berkas Irma saat ini sudah P21 atau lengkap. "Sudah P21 sejak 28 Mei lalu," katanya.
Sebelum persidangan dimulai, tutur Lulus, Mulyana akan ditahan di Rutan Paledang Bogor. Sementara itu, pelimpahan berkas dari Kejari ke pihak Pengadilan Negeri Depok akan dilakukan secepatnya. "Kita titipkan sementara di Paledang hingga sidangnya dimulai," katanya lagi.
Mulyana dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan murni dan pasal 365 ayat 1 dan 3 KUHP tentang perampokan yang berujung kematian. Ancaman hukumannya, kata Lulus, maksimal 15 tahun penjara. Tim JPU terdiri dari tiga orang, yaitu Ismed, Basuki, dan Karyadi.
Lulus menceritakan, latar belakang Mulyana membunuh Irma lantaran cintanya ditolak. "Tersulut emosi, dia kemudian membunuh korban," ujarnya. Mulyana memiliki rasa sayang yang berlebihan terhadap korban. Mengetahui cintanya bertepuk sebelah tangan, Mulyana spontan membunuh Irma di pintu gerbang UI, Depok Oktober 2008.
Sebelumnya, Mulyana dan Irma sempat bertemu di toko buku Gramedia Matraman, Jakarta Pusat dan kemudian naik taksi keliling Jakarta hingga akhirnya memutuskan untuk turun di depan kampus UI, Depok. Mulyana kemudian mengajak korban memasuki wilayah hutan kampus dan menyatakan cintanya pada Irma. Sayang, cinta Mulyana bertepuk sebelah tangan karena saat itu Irma mengaku telah bertunangan. Merasa kecewa, Mulyana pun akhirnya menghabisi nyawa Irma dengan mencekik leher korban menggunakan kain slayer milik korban. Tak hanya disitu, tersangka juga membenturkan kepala korban ke batang pohon besar. Dalam kondisi tak sadarkan diri tersebutlah tersangka mencabuli korbannya.
Yakin korbannya sudah tidak lagi bernyawa, Mulyana pun meninggalkan Irma. Sebelum pergi, tersangka juga membawa kabur telepon genggam serta uang korban sebesar Rp 100ribu. Kuat dugaan, Irma juga sempat dicabuli oleh tersangka. Dalam rekonstruksi beberapa waktu lalu, Mulyana mengaku uang yang diambilnya tersebut digunakan untuk ongkos pulang ke rumahnya di Desa Krajan Rt 5/01 Desa Klari, Karawang, Jawa Barat. Mulyana sendiri berhasil dibekuk jajaran Polres Depok pada 4 Maret 2009 di sebuah bengkel bubut di Kelari, Karawang, Banten.
Read More...
Menurut Seksi Pidana Umum Kejaksaan Depok Lulus Mustofa, pada Senin (1/6) kemarin, kejaksaan menerima tersangka Mulyana pelaku pembunuh Irma Yuli dari Polres Depok. "Kita telah terima tersangka dan barang buktinya," kata dia diruang kerjanya, Selasa (2/6).
Lulus mengatakan, dalam waktu dekat ini kasus-nya akan segera disidangkan oleh Pengadilan Negeri Depok. Pihaknya pun, kata dia, langsung mengikuti perkembangan penyidikan setelah menerima Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada 19 Maret 2009. "Begitu SPDP diterima, kita langsung ikuti perkembangan penyidikan," tuturnya.
Dia menjelaskan, berkas Irma saat ini sudah P21 atau lengkap. "Sudah P21 sejak 28 Mei lalu," katanya.
Sebelum persidangan dimulai, tutur Lulus, Mulyana akan ditahan di Rutan Paledang Bogor. Sementara itu, pelimpahan berkas dari Kejari ke pihak Pengadilan Negeri Depok akan dilakukan secepatnya. "Kita titipkan sementara di Paledang hingga sidangnya dimulai," katanya lagi.
Mulyana dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan murni dan pasal 365 ayat 1 dan 3 KUHP tentang perampokan yang berujung kematian. Ancaman hukumannya, kata Lulus, maksimal 15 tahun penjara. Tim JPU terdiri dari tiga orang, yaitu Ismed, Basuki, dan Karyadi.
Lulus menceritakan, latar belakang Mulyana membunuh Irma lantaran cintanya ditolak. "Tersulut emosi, dia kemudian membunuh korban," ujarnya. Mulyana memiliki rasa sayang yang berlebihan terhadap korban. Mengetahui cintanya bertepuk sebelah tangan, Mulyana spontan membunuh Irma di pintu gerbang UI, Depok Oktober 2008.
Sebelumnya, Mulyana dan Irma sempat bertemu di toko buku Gramedia Matraman, Jakarta Pusat dan kemudian naik taksi keliling Jakarta hingga akhirnya memutuskan untuk turun di depan kampus UI, Depok. Mulyana kemudian mengajak korban memasuki wilayah hutan kampus dan menyatakan cintanya pada Irma. Sayang, cinta Mulyana bertepuk sebelah tangan karena saat itu Irma mengaku telah bertunangan. Merasa kecewa, Mulyana pun akhirnya menghabisi nyawa Irma dengan mencekik leher korban menggunakan kain slayer milik korban. Tak hanya disitu, tersangka juga membenturkan kepala korban ke batang pohon besar. Dalam kondisi tak sadarkan diri tersebutlah tersangka mencabuli korbannya.
Yakin korbannya sudah tidak lagi bernyawa, Mulyana pun meninggalkan Irma. Sebelum pergi, tersangka juga membawa kabur telepon genggam serta uang korban sebesar Rp 100ribu. Kuat dugaan, Irma juga sempat dicabuli oleh tersangka. Dalam rekonstruksi beberapa waktu lalu, Mulyana mengaku uang yang diambilnya tersebut digunakan untuk ongkos pulang ke rumahnya di Desa Krajan Rt 5/01 Desa Klari, Karawang, Jawa Barat. Mulyana sendiri berhasil dibekuk jajaran Polres Depok pada 4 Maret 2009 di sebuah bengkel bubut di Kelari, Karawang, Banten.
Benarkah Hani Otak Penggelapan Tujuh Ton Raskin
DEPOK, Otak penggelapan tujuh ton beras miskin (raskin) Hani (35) yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, dikenal baik, rajin, smart, mudah bergaul alias supel, dan populis. "Kami sesungguhnya kaget sewaktu tau Hani terlibat tindakan jual beli raskin. Kendati begitu, sebetulnya tugas Hani sebagai petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) di Kelurahan Depok, bukan sebagai penyalur raskin, ia hanya membantu pihak kelurahan," kata Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Depok, Mien Hartati, Selasa (02/6).
Menurut Mien Hartati, tugas pokok (tupoksi) Hani di PLKB adalah membina segala kegiatan ibu-ibu rumah tangga di kelurahan Depok seperti membina pos yandu, membina keluarga balita, dan membantu ibu hamil. "Tapi kalau di lapangan dia membantu lurah ya silakan saja, itu kan hak dia sebagai individu," katanya.
Mien Hartati mengatakan, sebagai kepala badan pun ia hanya bertatap muka dengan pada hari-hari tertentu, yakni hari Selasa dan Jumat. "Pada hari itu, seluruh PLKB memberikan laporan secara tertulis. Hani sebagai salah satu petugas yang memberikan laporan kegiatan masyarakat dengan baik," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan itu.
Dia menambahkan, sah-sah saja kalau kemudian, Heni membantu pihak kelurahan menyalurkan raskin. "Selama lurah membutuhkan bantuan tenaga PLKB ya silakan saja. Heni setahu saya sudah lama bekerja di Kelurahan Depok," tutur Mien.
Ia mengaku bingung dengan kegiatan yang dilakukan Heni. Padahal, kegiatan yang dilakukan BPPKB sangat padat. Sebagai PLKB ia seharusnya tidak dapat menjalankan pekerjaan diluar tugas rutinnya. Tapi, kata dia, uniknya semua tugas diselesaikan dengan baik. "Personil PLKB hanya ada 43 orang, yang melayani 63 kelurahan. Artinya, ada satu petugas PLKB yang melayani dua kelurahan," tutur Mien.
Mien berpesan kepada 43 personil PLKB agar mengutamakan tupoksi mereka dahulu baru membantu pihak lain. "Kita tidak melarang mereka untuk saling membantu, karena itu memang sangat dibutuhkan," kata dia.
Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Depok, Komisaris Polisi (Kompol) Surya Malindra mengatakan, bahwa Hani ditangkap setelah Antonius. "Anton sebagai penadah terlebihdahulu ditangkap Polsek Kramat Jati baru lah kemudian Bu Hani ditelepon dan dia datang," katanya.
Surya mengaku kasus ini sekarang sudah dilimpahkan ke Polres Metro Depok, begitu juga dengan barang buktinya. "Sekarang bu Hani ada di rumah sakit polisi Kramat Jati. Sebab, sewaktu ditangkap ia sakit. kita kan tidak boleh menahan orang yang sedang sakit," tuturnya.
Hingga saat ini, aku Surya, ia belum dapat memastikan berapa ton jumlah raskin yang dijual. "Kurang lebih tujuh ton lah, kerena kita belum bisa timbang," katanya.
Menurut keterangan sopir angkutan, kata dia, waktu itu Bulog mengirim 13 ton beras, 6 ton dibawa ke RW-RW, 7 ton-nya dibawa ke rumah Hani," kata Surya.
Dari rumah itu lah, kata Surya, 7 ton beras tersebut dijual. "Hani kita kenakan kasus penggelapan yakni pasal 372 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun," terangnya.
Saat ini, aku Surya, polisi tengah memeriksa semua pihak, dari mulai kelurahan, camat, dan pihak lainnya. "Bu ani ini punya track record baik, lurah mau pun camat kaget dengan kasus ini. Mereka juga tidak nyangka," kata dia.
Surya menduga, Hana hanya mencari keuntungan semata, karena beras tersebut dijual per kilo Rp3900. Seharusnya kan, terang dia, Rp 1600 di per kolo ke masyarakat.
Read More...
Menurut Mien Hartati, tugas pokok (tupoksi) Hani di PLKB adalah membina segala kegiatan ibu-ibu rumah tangga di kelurahan Depok seperti membina pos yandu, membina keluarga balita, dan membantu ibu hamil. "Tapi kalau di lapangan dia membantu lurah ya silakan saja, itu kan hak dia sebagai individu," katanya.
Mien Hartati mengatakan, sebagai kepala badan pun ia hanya bertatap muka dengan pada hari-hari tertentu, yakni hari Selasa dan Jumat. "Pada hari itu, seluruh PLKB memberikan laporan secara tertulis. Hani sebagai salah satu petugas yang memberikan laporan kegiatan masyarakat dengan baik," kata mantan Kepala Dinas Kesehatan itu.
Dia menambahkan, sah-sah saja kalau kemudian, Heni membantu pihak kelurahan menyalurkan raskin. "Selama lurah membutuhkan bantuan tenaga PLKB ya silakan saja. Heni setahu saya sudah lama bekerja di Kelurahan Depok," tutur Mien.
Ia mengaku bingung dengan kegiatan yang dilakukan Heni. Padahal, kegiatan yang dilakukan BPPKB sangat padat. Sebagai PLKB ia seharusnya tidak dapat menjalankan pekerjaan diluar tugas rutinnya. Tapi, kata dia, uniknya semua tugas diselesaikan dengan baik. "Personil PLKB hanya ada 43 orang, yang melayani 63 kelurahan. Artinya, ada satu petugas PLKB yang melayani dua kelurahan," tutur Mien.
Mien berpesan kepada 43 personil PLKB agar mengutamakan tupoksi mereka dahulu baru membantu pihak lain. "Kita tidak melarang mereka untuk saling membantu, karena itu memang sangat dibutuhkan," kata dia.
Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Depok, Komisaris Polisi (Kompol) Surya Malindra mengatakan, bahwa Hani ditangkap setelah Antonius. "Anton sebagai penadah terlebihdahulu ditangkap Polsek Kramat Jati baru lah kemudian Bu Hani ditelepon dan dia datang," katanya.
Surya mengaku kasus ini sekarang sudah dilimpahkan ke Polres Metro Depok, begitu juga dengan barang buktinya. "Sekarang bu Hani ada di rumah sakit polisi Kramat Jati. Sebab, sewaktu ditangkap ia sakit. kita kan tidak boleh menahan orang yang sedang sakit," tuturnya.
Hingga saat ini, aku Surya, ia belum dapat memastikan berapa ton jumlah raskin yang dijual. "Kurang lebih tujuh ton lah, kerena kita belum bisa timbang," katanya.
Menurut keterangan sopir angkutan, kata dia, waktu itu Bulog mengirim 13 ton beras, 6 ton dibawa ke RW-RW, 7 ton-nya dibawa ke rumah Hani," kata Surya.
Dari rumah itu lah, kata Surya, 7 ton beras tersebut dijual. "Hani kita kenakan kasus penggelapan yakni pasal 372 KUHP dengan ancaman di atas 5 tahun," terangnya.
Saat ini, aku Surya, polisi tengah memeriksa semua pihak, dari mulai kelurahan, camat, dan pihak lainnya. "Bu ani ini punya track record baik, lurah mau pun camat kaget dengan kasus ini. Mereka juga tidak nyangka," kata dia.
Surya menduga, Hana hanya mencari keuntungan semata, karena beras tersebut dijual per kilo Rp3900. Seharusnya kan, terang dia, Rp 1600 di per kolo ke masyarakat.
Senin, 01 Juni 2009
Kadin Siap Urun Rembug Atasi Masalah Persikad
DEPOK, Komisi Tetap (Kotab) Perdagangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok, Bambang Sutopo mengajak pemerintah kota (Pemkot) Depok bahu membahu menyelesaikan permasalah Persatuan Sepakbola Indonesia Kota Depok (Persikad). "Wali kota, pengusaha, dan pengurus Persikad bisa duduk bareng mencari solusi permasalahan Persikad," katanya, saat mengunjungi Media Center, Senin (1/6).
Bambang melihat, krisis finansial yang dialami Persikad dapat diatasi bersama tanpa melawan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. "Saya meyakini kalau para pengusaha, wali kota, dan pengurus Persikad urun rembuk akan melahirkan solusi jitu," tuturnya.
Ia membantah kalau Persikad tidak memiliki nilai jual. Sebagai ikon Kota Depok, kata dia, Persikad dapat menyerap aneka macam iklan. Tinggal bagaimana, Pemkot Depok menciptakan harmonisasi antara pengusaha dan pemkot. "Kadin dan Pemkot Depok adalah mitra sejajar. Selama ini memang kurang terjadi komunikasi yang baik, saya berharap momentum ini dapat menciptakan harmonisasi antara pemkot dan Kadin," tutur Bambang.
Bambang mengatakan, ia berharap urun rembuk bisa dilakukan secepatnya agar permasalahan finansial Persikad dapat diatasi. "Ini masih sebatas wacana, kita tinggal menunggu respons dari Pemkot Depok. Untuk, pengusaha respons positif dari wali kota sangat ditunggu-tunggu," tuturnya.
Dia menambahkan, dikalangan pengusaha sendiri sedang dilakukan lobi agar mau berpartisipasi dalam acara urun rembug menuntaskan masalah Persikad. "Respons pengusaha pada intinya sangat positif, sekali lagi ya kita tinggal menunggu respons balik dari wali kota," kata dia.
Read More...
Bambang melihat, krisis finansial yang dialami Persikad dapat diatasi bersama tanpa melawan aturan hukum yang berlaku di Indonesia. "Saya meyakini kalau para pengusaha, wali kota, dan pengurus Persikad urun rembuk akan melahirkan solusi jitu," tuturnya.
Ia membantah kalau Persikad tidak memiliki nilai jual. Sebagai ikon Kota Depok, kata dia, Persikad dapat menyerap aneka macam iklan. Tinggal bagaimana, Pemkot Depok menciptakan harmonisasi antara pengusaha dan pemkot. "Kadin dan Pemkot Depok adalah mitra sejajar. Selama ini memang kurang terjadi komunikasi yang baik, saya berharap momentum ini dapat menciptakan harmonisasi antara pemkot dan Kadin," tutur Bambang.
Bambang mengatakan, ia berharap urun rembuk bisa dilakukan secepatnya agar permasalahan finansial Persikad dapat diatasi. "Ini masih sebatas wacana, kita tinggal menunggu respons dari Pemkot Depok. Untuk, pengusaha respons positif dari wali kota sangat ditunggu-tunggu," tuturnya.
Dia menambahkan, dikalangan pengusaha sendiri sedang dilakukan lobi agar mau berpartisipasi dalam acara urun rembug menuntaskan masalah Persikad. "Respons pengusaha pada intinya sangat positif, sekali lagi ya kita tinggal menunggu respons balik dari wali kota," kata dia.
PNS Depok Selewengkan Tujuh Ton Raskin
DEPOK, Oknum pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, bernama Hani (35), Minggu (31/5), terpaksa diamankan jajaran Polresta Depok karena diduga sebagai otak penyelewengan beras miskin (raskin) sebanyak tujuh ton atau setara Rp27 juta lebih.
Penangkapan Hani bermula dari tertangkapnya penadah raskin di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) bernama Antonius (45). Polres Jaktim merasa curiga saat melihat tumpukan karung beras di toko milik Antonius dengan logo Bulog atau Badan Urusan Logistik RI yang merupakan karung untuk raskin. Berdasarkan pengakuan Antonius kepada polisi mengaku mendapat pasokan raskin dari Hani seharga Rp 3.900/kg atau setara dengan Rp 27,3 juta untuk 7000 kg.Pihak Polres Jaktim pun melakukan kordinasi dengan pihak Polres Depok dan kemudian membekuk Hani.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Miskin Kecamatan Pancoranmas, Marjaya mengatakan, Hani bukan PNS di kecamatan. Ia PNS Kelurahan Depok. "Hani bukan bawahan saya. Dia ditempatkan di Kelurahan Depok untuk membagikan raskin. Hani adalah pegawai dari bagian PLKB di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perkotaan yang dikepalai Bapak Zalfinus," katanya.
Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan (PMKP) Kota Depok, Zalfinus mengatakan, tidak mengetahui persis perihal kronologis kejadian karena kasus ini langsung ditangani pihak kepolisian. Namun, dia membenarkan adanya penyelewengan yang dilakukan anak buahnya. "Memang ada penyelewengan raski, saya masih menyelidiki berapa banyak jumlahnya," kata dia.
Zalfinus mengatakan, penyelewengan yang dilakukan Hani dilakukan dengan cara yang tertib sehingga tidak tercium pihak berwenang. Dari jatah raskin sebanyak 13 ton yang disalurkan Hani, kata Zalfinus, hanya enam ton yang disalurkan oleh Hani untuk 888 rumah tangga sasaran (RTS) di Kelurahan Depok. "Sisanya dijual ke penadah. Penyelewengan ini telah berlangsung lama karena cara kerjanya rapi," ujaranya.
Zalfinus mengatakan, terjadi penyelewengan raskin akibat kesalahan pencacahan data. Fatalnya, kesalahan tersebut mencapai 20 persen.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polres Depok, Kompol Surya Malidra mengatakan, saat ini tersangka berada di sel Polres Depok guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sebelumnya, Hani sempat dirawat di RS Polri, Kramat Jati karena menderita sakit gangguan pencernaan.
"Saat ini tersangka sudah berada di sel Mapolrestro Depok setelah sebelumnya dirawat di RS Polri, Jakarta Timur," kata Surya.
Read More...
Penangkapan Hani bermula dari tertangkapnya penadah raskin di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) bernama Antonius (45). Polres Jaktim merasa curiga saat melihat tumpukan karung beras di toko milik Antonius dengan logo Bulog atau Badan Urusan Logistik RI yang merupakan karung untuk raskin. Berdasarkan pengakuan Antonius kepada polisi mengaku mendapat pasokan raskin dari Hani seharga Rp 3.900/kg atau setara dengan Rp 27,3 juta untuk 7000 kg.Pihak Polres Jaktim pun melakukan kordinasi dengan pihak Polres Depok dan kemudian membekuk Hani.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Miskin Kecamatan Pancoranmas, Marjaya mengatakan, Hani bukan PNS di kecamatan. Ia PNS Kelurahan Depok. "Hani bukan bawahan saya. Dia ditempatkan di Kelurahan Depok untuk membagikan raskin. Hani adalah pegawai dari bagian PLKB di bawah koordinasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Miskin Perkotaan yang dikepalai Bapak Zalfinus," katanya.
Menanggapi masalah tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Ketahanan Pangan (PMKP) Kota Depok, Zalfinus mengatakan, tidak mengetahui persis perihal kronologis kejadian karena kasus ini langsung ditangani pihak kepolisian. Namun, dia membenarkan adanya penyelewengan yang dilakukan anak buahnya. "Memang ada penyelewengan raski, saya masih menyelidiki berapa banyak jumlahnya," kata dia.
Zalfinus mengatakan, penyelewengan yang dilakukan Hani dilakukan dengan cara yang tertib sehingga tidak tercium pihak berwenang. Dari jatah raskin sebanyak 13 ton yang disalurkan Hani, kata Zalfinus, hanya enam ton yang disalurkan oleh Hani untuk 888 rumah tangga sasaran (RTS) di Kelurahan Depok. "Sisanya dijual ke penadah. Penyelewengan ini telah berlangsung lama karena cara kerjanya rapi," ujaranya.
Zalfinus mengatakan, terjadi penyelewengan raskin akibat kesalahan pencacahan data. Fatalnya, kesalahan tersebut mencapai 20 persen.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polres Depok, Kompol Surya Malidra mengatakan, saat ini tersangka berada di sel Polres Depok guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. Sebelumnya, Hani sempat dirawat di RS Polri, Kramat Jati karena menderita sakit gangguan pencernaan.
"Saat ini tersangka sudah berada di sel Mapolrestro Depok setelah sebelumnya dirawat di RS Polri, Jakarta Timur," kata Surya.
Warga Depok Dukung SBY-Boediono
DEPOK, Dukungan terhadap duet pasangan calon presiden (capres) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)- Boediono (Budi) terus mengalir. Minggu (31/5) malam, ratusan warga Depok mendeklarasikan Gerakan Aman Adil Sejahtera untuk Indonesia (Garansi) mendukung SBY-Boediono sebagai presiden Indonesia priode 2009-2014, di Situ Jati Jajar, Kelurahan Jati Jajar, Kecamatan Cimanggis. "Dengan sepenuh hati kita mendukung pasangan SBY-Boediono melanjutkan memimpin negeri ini," kata Rintis Yanto.
Rintis Yanto mengatakan, wacana Boediono sebagai perwakilan neo liberal sama sekali tak menyurutkan semangat masyarakat Depok untuk tetap memilih SBY-Boediono sebagai presiden. Ia melanjutkan, masyarakat justeru melihat Boediono lebih mendukung program-program ekonomi pro kerakyatan. "Sebagai bukti, Garansi tak hanya diisi oleh kader Partai Demokrat melainkan seluruh elemen masyarakat dari mulai agamawan, anak muda, petani, buruh, LSM, dan multi partai politik," kata dia.
Rintis Yanto menuturkan, untuk memenangkan duet pasangan SBY-Boediono di Kota Depok, ia akan melakukan system marketing politik. "Kita akan mendatangi rumah warga dor to dor. Setiap warga yang telah menjadi simpatisan SBY diwajibkan mengajak orang disekitarnya juga mendukung SBY tanpa paksaan," kata dia.
Dia berharap, dengan pola seperti ini, semakin banyak warga Depok yang mencintai pasangan SBY-Boediono. "SBY merupakan presiden pilihan warga," kata Rintis Yanto.
Sementara Ketua DPP G Radityo Gambiro yang hadir dalam deklarasi tersebut mengatakan, tudingan miring elite politik terhadap sosok SBY sudah terjawab semua dengan dipilihnya Boediono sebagai calon wakil presiden."SBY tanpa ragu memilih Boediono sebagai pendampingnya. Hal itu dilakukan untuk menghindari kecemburuan sosial," tandasnya.
Read More...
Rintis Yanto mengatakan, wacana Boediono sebagai perwakilan neo liberal sama sekali tak menyurutkan semangat masyarakat Depok untuk tetap memilih SBY-Boediono sebagai presiden. Ia melanjutkan, masyarakat justeru melihat Boediono lebih mendukung program-program ekonomi pro kerakyatan. "Sebagai bukti, Garansi tak hanya diisi oleh kader Partai Demokrat melainkan seluruh elemen masyarakat dari mulai agamawan, anak muda, petani, buruh, LSM, dan multi partai politik," kata dia.
Rintis Yanto menuturkan, untuk memenangkan duet pasangan SBY-Boediono di Kota Depok, ia akan melakukan system marketing politik. "Kita akan mendatangi rumah warga dor to dor. Setiap warga yang telah menjadi simpatisan SBY diwajibkan mengajak orang disekitarnya juga mendukung SBY tanpa paksaan," kata dia.
Dia berharap, dengan pola seperti ini, semakin banyak warga Depok yang mencintai pasangan SBY-Boediono. "SBY merupakan presiden pilihan warga," kata Rintis Yanto.
Sementara Ketua DPP G Radityo Gambiro yang hadir dalam deklarasi tersebut mengatakan, tudingan miring elite politik terhadap sosok SBY sudah terjawab semua dengan dipilihnya Boediono sebagai calon wakil presiden."SBY tanpa ragu memilih Boediono sebagai pendampingnya. Hal itu dilakukan untuk menghindari kecemburuan sosial," tandasnya.
Pencangan Tiang Pertama Perpustakaan UI Terbesar Dunia
DEPOK, Rektor Universitas Indonesia (UI) Gumilar R Soemantri resmikan pemancangan tiang pertama perpustakaan terbesar, termodern dan terindah di kawasan Asia. Rencananya, pembangunan perpustakaan tersebut akan selesai pada Desember 2009, dengan total anggaran Rp110 miliar. Diatas lahan seluas 30.000 m2 itu nantinya berdiri bangunan delapan lantai nan megah, artistik, dan menawan. "Pembangunan perpustakaan sendiri dimaksudkan sebagai jantung akademik kegiatan perguruan tinggi yang memiliki tanggungjawab sebagai wadah untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan pengembangan ilmu," katanya, Senin (1/6).
Gumilar menklaim sebagai salah satu perpustakaan terbesar di kawasan Asia ini didesain dengan konsep sustanaible building. Yang unik dari gedung ini adalah sebagian dari kebutuhan energi menggunakan sumber energi matahari yang hemat energi dan air. Selain itu, kata dia, gedung ini juga bebas dari asap rokok dan hemat air. Yang unik lagi, untuk mencapai gedung ini pengunjung diwajibkan menggunakan sepeda atau dengan berjalan kaki. "Kita ingin menghadirkan suasana yang ramah lingkungan. Kita tidak akan menebang pohon-pohon besar yang diameternya mencapai satu meter," kata dia.
Dia menuturkan lebih lanjut,
perpustakaan tersebut menampung hingga 5 juta buku dengan kapasitas 20.000 pengunjung setiap harinya. Ada tiga lantai yang berisi buku-buku berdasarkan rumpun ilmu, diantaranya ilmu kedokteran dan kesehatan, ilmu sosial dan humaniora serta ilmu science dan engineering dengan masing-masing lantai seluas 6ribu m2. Keunikan lain, kata dia, berbagai huruf aksara dari seluruh dunia akan ditulis di kaca gedung sebagai dinding. Untuk menambah keindahan bangunan gedung. Gumilar menjelaskan, nantinya gedung akan dibangun dengan gaya arsitektur yang unik seperti prasasti. Sedangkan pepohonan besar berusia 30 tahunan, dengan diameter lebih 100 cm, tidak ditebang saat pembangunan. Hal itu untuk melengkapi bagian depan dan samping lanskap gedung tersebut. "Keindahan menjadi lengkap karena gedung mengeksplorasi secara maksimal keindahan tepi danau yang asri, sejuk, dan, teduh," ujarnya. Gedung ini juga dilengkapi silent-room bagi dosen dan mahasiswa yang sedang menulis laporan penelitian atau karya ilmiah lainnya.
Dia menuturkan, fasilitas penting untuk menopang upaya peningkatan kultur akademik yang kuat dan berkelas dunia disediakan di lantai lima hingga delapan gedung tersebut. "Perpustakaan akan dilengkapi sistem ICT mutakhir yang menungkinkan pengunjung menikmati secara leluasa sumber informasi elektronik seperti e-book, e-journal, dsb. Sementara itu, sistem peminjaman akan berbasis sepenuhnya ICT. Akses luas akan dibuka di perpustakaan ini dengan pusat pembelajaran dan perpustakaan lain di dunia," kata Gumilar.
Secara lebih spesifik, Gumilar mengatakan, fasilitas ini dimaksudkan pula bagi upaya meningkatkan mutu UI dan perguruan tinggi lain di Indonesia seperti tercermin di rangking yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga internasional. Selain dimaksudkan untuk mengakomodir aktivitas pengembangan keilmuan dan pengajaran dari 45.000 civitas academika UI, perpustakaan ini terbuka bagi para alumni dan masyarakat umum termasuk warga perguruan tinggi lain. "Tujuan dari format sistem pendidikan ini adalah membangun masyarakat yang pintar, adil, serta efisien dalam menggunakan sumber daya, dalam rangka mencapai tingkat daya saing tinggi dan mampu secara kreatif menorehkan sejarah kesejahteraan bangsa secara mandiri dan bermartabat," urainya.
Mengenai alokasi dana, Gumilar menjelaskan, mendapat bantuan pendidikan negara sebesar Rp 78 miliar. "Sedangkan sisanya sebanyak Rp 32 miliar dibantu oleh BNI 46," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil melalui sambungan telepon mengatakan, mendukung penuh pembangunan perpustakaan berskala internasional. "Saya berharap dengan adanya perpustakaan ini dapat membawa perubahan yang baik untuk bangsa," kata dia saat melakukan telekonference.
Selain Rektor UI Gumilar R Soemantri yang hadir untuk meresmikan tiang pertama, hadir juga Dirut PT Waskita M Kholik, dan Ketua wali amanah UI Purnomo Prawiro.
Read More...
Gumilar menklaim sebagai salah satu perpustakaan terbesar di kawasan Asia ini didesain dengan konsep sustanaible building. Yang unik dari gedung ini adalah sebagian dari kebutuhan energi menggunakan sumber energi matahari yang hemat energi dan air. Selain itu, kata dia, gedung ini juga bebas dari asap rokok dan hemat air. Yang unik lagi, untuk mencapai gedung ini pengunjung diwajibkan menggunakan sepeda atau dengan berjalan kaki. "Kita ingin menghadirkan suasana yang ramah lingkungan. Kita tidak akan menebang pohon-pohon besar yang diameternya mencapai satu meter," kata dia.
Dia menuturkan lebih lanjut,
perpustakaan tersebut menampung hingga 5 juta buku dengan kapasitas 20.000 pengunjung setiap harinya. Ada tiga lantai yang berisi buku-buku berdasarkan rumpun ilmu, diantaranya ilmu kedokteran dan kesehatan, ilmu sosial dan humaniora serta ilmu science dan engineering dengan masing-masing lantai seluas 6ribu m2. Keunikan lain, kata dia, berbagai huruf aksara dari seluruh dunia akan ditulis di kaca gedung sebagai dinding. Untuk menambah keindahan bangunan gedung. Gumilar menjelaskan, nantinya gedung akan dibangun dengan gaya arsitektur yang unik seperti prasasti. Sedangkan pepohonan besar berusia 30 tahunan, dengan diameter lebih 100 cm, tidak ditebang saat pembangunan. Hal itu untuk melengkapi bagian depan dan samping lanskap gedung tersebut. "Keindahan menjadi lengkap karena gedung mengeksplorasi secara maksimal keindahan tepi danau yang asri, sejuk, dan, teduh," ujarnya. Gedung ini juga dilengkapi silent-room bagi dosen dan mahasiswa yang sedang menulis laporan penelitian atau karya ilmiah lainnya.
Dia menuturkan, fasilitas penting untuk menopang upaya peningkatan kultur akademik yang kuat dan berkelas dunia disediakan di lantai lima hingga delapan gedung tersebut. "Perpustakaan akan dilengkapi sistem ICT mutakhir yang menungkinkan pengunjung menikmati secara leluasa sumber informasi elektronik seperti e-book, e-journal, dsb. Sementara itu, sistem peminjaman akan berbasis sepenuhnya ICT. Akses luas akan dibuka di perpustakaan ini dengan pusat pembelajaran dan perpustakaan lain di dunia," kata Gumilar.
Secara lebih spesifik, Gumilar mengatakan, fasilitas ini dimaksudkan pula bagi upaya meningkatkan mutu UI dan perguruan tinggi lain di Indonesia seperti tercermin di rangking yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga internasional. Selain dimaksudkan untuk mengakomodir aktivitas pengembangan keilmuan dan pengajaran dari 45.000 civitas academika UI, perpustakaan ini terbuka bagi para alumni dan masyarakat umum termasuk warga perguruan tinggi lain. "Tujuan dari format sistem pendidikan ini adalah membangun masyarakat yang pintar, adil, serta efisien dalam menggunakan sumber daya, dalam rangka mencapai tingkat daya saing tinggi dan mampu secara kreatif menorehkan sejarah kesejahteraan bangsa secara mandiri dan bermartabat," urainya.
Mengenai alokasi dana, Gumilar menjelaskan, mendapat bantuan pendidikan negara sebesar Rp 78 miliar. "Sedangkan sisanya sebanyak Rp 32 miliar dibantu oleh BNI 46," tuturnya.
Sementara itu, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sofyan Djalil melalui sambungan telepon mengatakan, mendukung penuh pembangunan perpustakaan berskala internasional. "Saya berharap dengan adanya perpustakaan ini dapat membawa perubahan yang baik untuk bangsa," kata dia saat melakukan telekonference.
Selain Rektor UI Gumilar R Soemantri yang hadir untuk meresmikan tiang pertama, hadir juga Dirut PT Waskita M Kholik, dan Ketua wali amanah UI Purnomo Prawiro.
Langganan:
Postingan (Atom)