Rabu, 12 Januari 2011

Jumlah Penduduk Depok Meningkat


DEPOK, Lonjakan jumlah penduduk di Kota Depok dari tahun 2009 sampai 2010 mencapai 230,298 jiwa. Di tahun 2009 jumlahnya mencapai 1,408,874 jiwa, sedangkan ditahun 2010 jumlahnya menjadi 1,639,173 jiwa. Hal tersebut disebabkan dua faktor utama yakni: faktor migrasi penduduk dan jumlah kelahiran bayi. “Lonjakan jumlah penduduk lebih banyak disebabkan faktor migrasi penduduk. Sedangkan jumlah angka kelahiran porsinya sangat kecil,” kata Kepala Kantor Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Pemerintah Kota (Pemkot) Eka Bahtiar, kemarin.

Eka mengatakan, sesungguhnya banyak faktor yang menyebabkan terjadinya lonjakan tersebut, diantaranya adalah lokasi Depok yang strategis—dekat dengan Jakarta—. “Kita justru berhasil menekan lonjakan penduduk melalui program KB,” katanya.
Ia menambahkan, Kota Depok telah memenuhi target pencapaian Kelurga Berencana (KB). Dari target Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) semula yakni 47,5 ribu menjadi 48,7 ribu. “Kita telah menekan laju PPM dengan capaian 102 persen,” kata Eka.

Pernyataan Eka diamini Kepala Bidang Keluarga Berencana Kota Depok Enung Suhaeti.
Menurutnya, secara geografis Depok memiliki laju pertumbuhan penduduk cukup tinggi. Ia menambahkan, laju pertumbuhan penduduk tersebut didominasi penduduk pendatang. “Antisipasi ledakan penduduk tetap kita lakukan, salah satunya melalui program KB,” kata dia.

Enung lebih jauh mengatakan, program KB sangat efektif menekan laju pertumbuhan penduduk secara alami di Kota Depok. Indikator yang mudah dilihat dari maraknya peminat program KB adalah banyaknya permintaan alat kontrasepsi. Dia mengatakan, masyarakat paling senang dengan metode implant, yaitu memasukan jarum ke lengan sebelah kiri. “Masyarakat menyukainya karena prosesnya yang dianggap mudah, bisa dilakukan di klinik, dan dalam jangka waktu tertentu bisa dilepas kembali,” kata dia.
Ia mengatakan, ketersediaan alat kontrasepsi cukup tersedia, mulai dari kondom, IUD (sejenis spiral), pil, dan lainnya. Enung mengatakan, untuk membujuk masyarakat, Pemkot Depok juga menyediakan pelayanan KB gratis bagi keluarga tidak mampu. “Mereka yang tidak mampu cukup menyerahkan kartu SKTM ke RSUD,” kata Enung.

Enung menambahkan, kendati pihaknya menyediakan KB gratis namun banyak masyarakat memilih melakukan KB secara mandiri, dengan mendatangi rumah sakit. “Hampir semua kecamatan telah memenuhi target PPM sebesar 100 persen, kecuali pada kecamatan cimanggis baru mencapai 79 persen,” kata dia.

Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Yuliani mengatakan, jumlah pertumbuhan penduduk paling banyak di Kecamatan Cipayung yang mencapai angka 14.15 persen. Sedangkan paling rendah Kecamatan Cimanggis yang hanya mencapai 6.83 persen. “Penyebab utama peningkatan penduduk ya migrasi penduduk dari luar Depok,” kata dia.

Yuliani mengatakan, tahun 2010 ini di Kota Depok terdapat 435,294 keluarga, dengan total penduduk mencapai angka 1,639,173 jiwa. Ia mengatakan, jumlah penduduk paling banyak berada di Kecamatan Sukmajaya dengan jumlah total 242,532 penduduk, sedangkan jumlah paling sedikit berada di Kecamatan Limo yakni 34,404 jiwa. “Paling banyak jumlah penduduk laki-laki ketimbang perempuan,” kata dia.
Mengenai jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin di tahun 2010, kata wanita berjilbab itu, laki-laki mencapai angka 840,659 jiwa, sedangkan perempuan mencapai angka 798,514 jiwa. “Jumlah laki-laki paling banyak ada di Kecamatan Sukmajaya, laki-laki: 122,838, perempuan: 119,694. “Angka ini diambil dari jumlah penduduk yang masuk ke dalam SIAK,” kata Yuliani.

Peningkatan jumlah penduduk ini ternyata berpengaruh terhadap meningkatnya angka kriminalitas di Kota Depok. Menurut Kaporesta Depok Komisaris Besar (Kombes) Pol Fery Abraham sepanjang tahun 2010 mencapai angka 1.534 kasus. Terbagi atas sebelas jenis kasus seperti pembunuhan, penganiayaan, pencurian, perampokan, pencurian kendaraan bermotor, judi, pemerkosaan, dan narkotika. “Untuk kasus pencurian kendaraan bermotor, angkanya masih tinggi. Di tahun 2009, kasus curanmor mencapai 603 kasus, sementara di tahun 2010 sebanyak 682 kasus,” kata dia.

Fery mengatakan, dari 1534 kasus, Polres Depok hanya mampu menuntaskan 549 kasus. Artinya, kasus tersebut telah sampai dan dilimpahkan ke Kejaksaan dan diputus oleh Pengadilan Negeri. “Diakhir tahun mengalami penurunan, biasanya tiap hari satu sampai dua kasus di satu Polsek, saat ini kadang dalam sehari nihil curanmor,” kata dia.

Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Ade Rahmat Idnal mengatakan, trand kasus perampokan meningkat dari hanya 35 kasus di tahun 2009, kini mencapai 48 kasus di tahun 2010. Kendalanya, kata Ade, saat ini kelompok perampok sudah terdiri dari berbagai suku. “Trand jumlah perampokan lagi tinggi,” kata dia.

Infografis
Data Penduduk Kota Depok
Tahun 1999-2010
No. Tahun Jumlah
1. 1999 874,094
2. 2000 895,744
3. 2001 912,211
4. 2002 926,892
5. 2003 979,089
6. 2004 997,742
7. 2005 1,023,488
8. 2006 1,120,472
9. 2007 1,143,650
10. 2008 1,171,433
11. 2009 1,408,872
12. 2010 1,639,173
Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Depok.

Jumlah Penduduk Menurut Data Penduduk
Penduduk Bulan Januari 2010
Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah
1. Pancoranmas 96,822 91,900 188,722
2. Cimanggis 106,193 99,528 205,721
3. Sawangan 53,407 49,969 58,933
4. Limo 32,930 30,406 62,336
5. Sukmajaya 112,234 108,391 122,838
6. Beji 66,468 63,260 129,728
7. Cipayung 55,734 51,524 107,283
8. Cilodong 55,773 52,524 108,297
9. Cinere 41,274 39,125 80,399
10.Tapos 97,118 92,554 189,672
11.Bojongsari 40,258 38,008 78,266
Total 757,211 717,214 1,474,425


Penduduk Bulan November 2010
Kecamatan Laki-laki Perempuan Jumlah
1. Pancoranmas 107,103 101,103 209,004
2. Cimanggis 113,823 106,989 220,812
3. Sawangan 58,933 55,314 114,247
4. Limo 36,053 34,404 70,457
5. Sukmajaya 122,838 119,694 242,532
6. Beji 71,667 68,293 139,906
7. Cipayung 64,631 60,329 124,960
8. Cilodong 63,111 59,793 122,904
9. Cinere 46,804 44,526 91,330
10. Tapos 109,184 103,438 212,622
11. Bojongsari 46,512 43,887 90,399
Total 840,695 798,514 1,639,173
Sumber: Disdukcapil

0 komentar: