Minggu, 28 November 2010

Dijilat, Digigit, Diemut…Uh Nikmatnya Es Potong


DEPOK, Slurupp! dijilat, digigit, diemut..uh nikmatnya. Et, jangan pernah punya pikiran negative dulu, yang dimaksud itu Es Potong jualan Abah Iwan (60). Aneka rasa yang ditawarkan sangat menggoda selera, dari mulai rasa alpukat, durian, ketan hitam, dan kacang ijo. Apalagi kalau dimakan siang hari, sari buahnya begitu terasa di lidah. Bikin tenggorokan naik turun.

Sekalipun jajanan yang ditawarkan Abah Iwan boleh dibilang ketinggalan zaman. Namun, penggemar es potong tidak kalah banyaknya dengan penyuka es krim. Yang membedakan es krim dan es potong hanya harga dan cara menjualnya saja. “Kalau es krim biasa dijual di toko, super market. Kalau es potong dijual dengan cara berkeliling menggunakan gerobak. Soal kualitas beda tepis lah,” kata Iwan bangga saat ditemui di lokasi jualannya.

Panjang satu batang es potong biasanya mencapai 50 sampai 60 cm. Dengan diameter 2-3 cm. Kenapa dinamakan es potong? Karena setiap ada pembeli, es tersebut dipotong hingga 10 sampai 13 cm. Harga satu potong bervariasi dari mulai Rp1000 sampai Rp2000. “Pembeli es potong bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun suka es potong. Kalau orang dewasa alasannya makan es potong kembali ke masa kecil,” kata pria kelahiran Kota Tegal itu.

Biasanya, Abah Iwan menjajahkan es potong dagangannya dimulai dari Jalan Juanda, Cibubur, sampai Cijantung. Bila musim panas, ia dapat mengantongi uang mencapai Rp250 ribu per hari. Tapi bila musim penghujan penghasilannya merosot jauh hanya Rp50 ribu per hari. “Jualan es potong ini kadang untung, kadang rugi. Saya beruntung karena dipercaya juragan turunan China berjualan es potong ini. Syukuri saja,” kata bapak delapan anak itu.

Keuntungan Abah Iwan dari berjualan es potong tidak terlalu banyak. Menurutnya, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, ia merasa terpuasakan karena apa yang dijajahkannya itu merupakan jajanan yang mulai langka dipasaran. Kendati pun, Abah Iwan hanya mendapat keuntungan 200 perak dari setiap potong es yang terjual. “Kalau kebutuhan sehari-hari ya cukup ga cukup. Kalau laku semua saya bisa dapat keuntungan bersih Rp50 ribu. Kalau ga laku paling Rp10 ribu,” kata Iwan.

Selain potongan per potongan es menjadi cirri khas es potong. Sesungguhnya, es potong memiliki ciri lain. Yakni bungkusnya masih sama dari dulu hingga sekarang. Es potong selalu dibungkus dengan plastik gambar tokoh kartun Unyil. Ada beberapa keluarga besar Unyil yang terpampang di plastik bungkus es tersebut. seperti Unyil, Ucrit, Usro, Melani, Pak Raden, Cuplis, sampai dengan Pak Ogah. “Ini mungkin ciri khasnya,” kata bekas pedagang minyak tanah keliling sambil menunjukan gambar tokoh Unyil.

Abah Iwan mengatakan, sejak memulai berjualan es potong dua tahun lalu, ia beberapa kali diterpa fitnah tak mendasar. Es potong jualannya digosipkan terbuat dari air yang tidak dimasak. Sehingga dapat membuat setiap orang yang memakannya terkena diare dan muntah-muntah. “Es potong Happy Day selalu dimasak menggunakan air mendidih. Tidak pernah menggunakan air mentah. Tolong kalau bersaing dengan sehat, jangan menyebar fitnah,” kata pria yang biasa menggunakan caping dalam berjualan.

0 komentar: